Apa Perbedaan antara Organisme Prokariotik dan Eukariotik

Apakah kamu memahami apa yang dimaksud dengan organisme prokariotik dan organisme eukariotik? Bila belum terlalu memahaminya, maka admin akan mencoba memberikan sedikit penjelasan mengenai perbedaan yang ada di antara Organisme Prokariotik dan Eukariotik. Semoga artikel singkat ini akan dapat menambah pemahaman kamu.

Perbedaan Antara Organisme Prokariotik dan Eukariotik

  • Membran Inti, Perbedaan utama keduanya adalah ada tidaknya membran inti. Sel prokariotik tidak memiliki membran inti, sedangkan sel eukariotik memiliki membran inti.
  • Ukuran Sel, Lebih sederhananya struktur sel prokariotik berhubungan dengan ukurannya yang lebih kecil. Sel-sel prokariotik memiliki rasio luas permukaan terhadap volume yang lebih tinggi, ini membuat sel prokariotik dapat menyerap nutrisi dan memasoknya ke bagian-bagian sel
  • Kromosom, Kromosom pada sel prokariotik berjumlah satu dan memiliki bentuk melingkar. Kromosom pada prokariota terbentuk atas Asam deoksiribonukleat atau Deoxyribonucleic Acid (DNA) dan protein. Kromosom pada eukariota biasanya berjumlah lebih dari satu dan terbentuk atas DNA, histon, dan protein lain.
  • Ribosom, Ribosom adalah organel yang bertanggung jawab atas sintesis protein dalam sel. Umumnya ribosom terbentuk atas dua subunit. Pada prokariota, ribosom bertipe 70S, kedua subunit 50S dan 30S. Ribosom pada eukariotik bertipe 80S, kedua subunit 60S dan 40S. Tipe-tipe ribosom tersebut dibagi berdasarkan ukuran dan koefisien pengendapannya.
  • Organel-Organel, Ukuran sel prokariotik relatif lebih kecil dibandingkan dengan ukuran sel eukariotik. Sebagai akibatnya organel-organel seperti mitokondria, badan golgi, retikulum endoplasma, dan kloroplas tidak dimiliki oleh sel prokariotik yang lebih kecil dibandingkan dengan sel eukariotik. Sel eukariotik memiliki organel-organel tersebut. secara lebih cepat. Kebalikannya, rasio luas permukaan terhadap volume lebih kecil pada sel eukariotik. Selain itu sel-sel eukariotik juga memiliki berbagai organel-organel khusus yang memiliki fungsinya masing-masing.

Pengertian Prokariotik dan Eukariotik

Prokariota adalah organisme tanpa inti sel (= karyon), atau organel lainnya yang terikat membran. Sebagian besar bersel satu, tetapi beberapa prokariota bersifat multisel.

Eukariota adalah organisme yang selnya diorganisasikan ke dalam struktur kompleks oleh membran internal dan sitoskeleton. Struktur ikatan membran yang paling khas adalah nukleus. Fitur ini memberi mereka nama mereka, (juga dieja “eucaryote,”) yang berasal dari bahasa Yunani ευ, yang berarti baik / benar, dan κάρυον, yang berarti kacang, mengacu pada nukleus. Hewan, tumbuhan, jamur, dan protista adalah eukariota.

Prokariota adalah organisme yang terdiri dari sel yang tidak memiliki inti sel atau organel yang dilapisi membran. Ini berarti DNA materi genetik pada prokariota tidak terikat dalam nukleus. Selain itu, DNA kurang terstruktur dalam prokariota daripada di eukariota: dalam prokariota, DNA adalah satu loop tunggal sedangkan dalam Eukariota DNA diatur dalam kromosom. Kebanyakan prokariota hanya terdiri dari sel tunggal (uniseluler) tetapi ada beberapa yang terbuat dari koleksi sel (multiseluler).

Organisme prokariotik dan eukariotik

Para ilmuwan telah membagi prokariota menjadi dua kelompok, Bakteri, dan Archaea. Beberapa bakteri, termasuk E Coli, Salmonella, dan Listeria, ditemukan dalam makanan dan dapat menyebabkan penyakit; yang lain sebenarnya membantu pencernaan manusia dan fungsi lainnya. Archaea ditemukan sebagai bentuk kehidupan yang unik yang mampu hidup tanpa batas di lingkungan ekstrem seperti lubang hidrotermal atau es Arktik.

Eukariota adalah organisme yang terdiri dari sel-sel yang memiliki nukleus yang terikat membran (yang memegang DNA dalam bentuk kromosom) serta organel yang terikat membran. Organisme eukariotik dapat berupa organisme bersel banyak atau bersel tunggal. Semua hewan adalah eukariota. Eukariota lainnya termasuk tanaman, jamur, dan protista.

Sel eukariotik khas dikelilingi oleh membran plasma dan mengandung banyak struktur dan organel yang berbeda dengan berbagai fungsi. Contohnya termasuk kromosom (struktur asam nukleat dan protein yang membawa informasi genetik dalam bentuk gen), dan mitokondria (sering digambarkan sebagai “pembangkit tenaga sel”).

Ciri organisme prokariotik adalah:

  • Bentuk dari organisme prokariotik cukup beragam karena ada yang bentuknya spiroket, basil, kokus, batang, bola, dan bahkan datar dan ada juga yang tidak mempunyai bentuk alias bentuknya tidak tetap sehingga dianggap begitu.
  • Organisme prokariotik biasanya organisme uniseluler dengan ukuran yang cukup bervariasi, meski memang pada umumnya mereka datang dengan ukuran 1 μm dan 10 μm, tapi ada juga yang menemukan bahwa ukuran mereka bisa kurang dan lebih dari itu, yaitu sekitar 0,2 μm hingga 750 μm.
  • Organisme prokariotik adalah organisme yang hanya memiliki satu sel dan bila membandingkannya dengan sel eukariotik, maka ukurannya jelas jauh lebih kecil.
  • Peptidoglikan adalah dinding sel yang dipunyai oleh organisme prokariotik.
  • Struktur internal yang dipunyai oleh organisme ini cukup sedikit, seperti halnya sitoplasma, ribosom, dinding sel dan membran plasma di mana untaian DNA diketahui melingkar. (baca : fungsi ribosom)
  • Hanya ada beberapa prokariota saja yang bisa bergerak, berputar maupun berenang dan itupun terkadang harus dibantu oleh membrane yang bentuknya heliks atau yang dikenal juga dengan nama flagella, tapi untuk prokariotik yang lain diketahui bahwa mereka tidak bergerak sama sekali.