Apakah 13 Ciri Umum Binatang Amfibi ?

Isi

Binatang yang ada di alam ini banyak sekali, bahkan bisa sampai jutaan. Dari berbagai binatang yang ada di dunia, salah satunya adalah jenis hewan amfibi. Hewan amfibi merupakan hewan bertulang belakang (vertebrata) yang hidup di dua alam, yaitu di air dan darat. Berikut ini akan diuraikan secara singkat mengenai binatang amfibi dan 13 ciri umum yang dimiliki oleh hewan amfibi. Semoga bermanfaat ya teman-teman.

Ciri-ciri hewan amfibi adalah

  1. Penutup tubuhnya berupa kulit yang berlendir
  2. Hewan berdarah dingin (poikiloterm)
  3. Amfibi mengalami metamorfosis sempurna.
  4. Hewan ‘berkaki empat’ (tetrapoda) dengan alat gerak berupa dua pasang kaki. Kaki amfibi memiliki selaput renang yang terdapat di antara jari-jari kakinya. Kaki ini berfungsi juga untuk melompat dan berenang.
  5. Jantung amfibi terdiri atas tiga ruangan yaitu dua serambi dan satu bilik.
  6. Alat pernafasan amfibi setelah dan sebelum bermetamorfosis berbeda. Saat masih larva (kecebong) alat pernapasannya berupa insang. Setelah dewasa bernafas dengan menggunakan paru-paru dan kulit. Kulit dan hidung amfibi mempunyai katup yang berfungsi mencegah air tersedot masuk ke dalam tubuh ketika menyelam.
  7. Mata amfibi memiliki selaput tambahan yang disebut membrana niktitans. Selaput ini berguna saat menyelam.
  8. Amfibi berkembang biak dengan bertelur dan pembuahan eksternal, yaitu betina melepaskan telurnya dan dibuahi oleh yang jantan di luar tubuh induknya.
  9. Anggota badan memiliki ukuran bervariasi dengan anggota bagian depan lebih kecil dari anggota bagian belakang.
  10. Hewan amfibi memiliki penglihatan warna dan sangat tajam. Mereka juga memiliki katup mata, kelenjar dan saluran yang menjaga mata mereka tetap berair.
  11. Amfibi bisa menutupi tubuh mereka dengan bersembunyi di antara dedaunan dengan begitu mereka aman dari burung dan reptil. Warna kulit mereka inilah yang menjadi pertahanan utama mereka.
  12. Binatang amfibi senang hidup di dekat air tawar terutama di musim hangat.
  13. Sebagian memiliki kulit berbisa yang berbahaya bagi predatornya. Pertahanan yang penting dari predator predator.

Reproduksi hewan amfibi

Amfibi adalah satu-satunya vertebrata yang melalui tahap metamorfosis. Ini artinya bentuk di usia muda mereka berbeda dari masa dewasanya. Amfibi biasanya bereproduksi di awal musim semi dan akhir musim panas, walaupun beberapa bereproduksi di musim dingin dan gugur. Banyak katak dan kodok, seperti katak pada umumnya (Rana Temporalis) berkumpul dalam sebuah kelompok besar di kolam-kolam, sungai-sungai, rawa-rawa dan danau-danau untuk berkembang biak.

Binatang Amfibi

Katak dan kodok jantan akan membuat suara yang menarik betina. Ketika katak betina telah memilih pasangan, katak jantan akan meloncat ke atas mereka. Mereka berenang bersama saat betinanya untuk meletakkan telur di air. Kadang-kadang, sang jantan harus bertarung untuk berpasangan dengan betinanya. Katak bisa meletakkan 100 sampai 60.000 telur dalam satu kali kawin. Perkawinan dilakukan di air dikarenakan telur mereka ditutupi jeli yang tidak bisa bertahan lama di kondisi kering.

Telur

Beberapa amfibi meletakkan telur yang sangat transparan. Ini membuatnya mudah untuk melihat pertumbuhan kecebong di dalam telurnya. Sebagian besar amfibi betina meletakkan telurnya di air. Jantan mengeluarkan sperma untuk membuahi mereka. Telur-telur itu diletakkan satu demi satu atau dalam tumpukan-tumpukan. Tumpukan-tumpukan telur itu bisa terlihat seperti rantai panjang atau busa-busa. Mereka menaruh ekor mereka di sekitar tumbuhan di air. Mereka melakukan ini agar telur mereka tidak akan terombang-ambing.

Katak pohon biasanya meletakkan telur mereka di atas daun di kolam air hujan. Sebagian besar amfibi meninggalkan telur mereka dan tidak menjaganya. Ikan dan hewan lain memakan banyak telur mereka. kodok jantan midwife membawa telur merek di punggung. Ketika mereka siap untuk bertelur, kodok akan kembali ke air dan melepaskan mereka.

Berudu

Berudu tak punya paru-paru saat mereka menetas dan sebagai gantinya ada insang. Karena insang punya area permukaan yang besar, berudu bisa mendapat oksigen lebih dengan menggunakan mereka. Berudu muda memiliki insang yang terbuka. Ketika mereka jadi lebih tua, insang mereka tertutup seluruhnya oleh kulit. Ketika mereka menetas, berudu akan makan secara terus-menerus. Berudu memakan apa yang tersisa dari telur mereka, ini biasanya menjadi makanan pertama mereka.

Berudu katak dan kodok memakan tumbuhan seperti alga dan gulma. Ketika jadi lebih besar, mereka bisa mulai memakan binatang-binatang kecil di air. Kecebong salamander dan kodok bertanduk Suriname adalah karnivora. Berudu kodok bertanduk Suriname sangat agresif. Mereka makan berudu lain jika tak ada makan yang bisa ditemukan.

Kecebong dari katak dan kodok mula-mula menumbuhkan kaki belakang mereka dahulu, kemudian kaki depan dalam beberapa minggu selanjutnya. Berudu juga akan mulai menumbuhkan tulang belakang setelah menumbuhkan anggota gerak bagian depannya. Setelah ini, mulut mereka akan membesar dan mata mereka akan lebih menonjol. Setelah berudu telah menumbuhkan tangan mereka, ekor mereka akan memendek sebelum akhirnya menghilang.