Apakah Perbedaan antara Anus dan Kloaka ?

Sebelum menjelaskan mengenai apakah perbedaan yang ada di antara anus dan kloaka, terlebih dahulu kita harus mengetahui pengertian dari kloaka dan anus.

Perbedaan Anus dengan Kloaka adalah:

  1. Anus dan kloaka melakukan fungsi ekskresi limbah yang sama
  2. Anus sebagai lubang di ujung saluran pencernaan ditemukan pada mamalia sedangkan kloaka adalah lubang yang digunakan untuk ekskresi feses serta urin pada reptil, burung dan ikan.
  3. Kloaka juga digunakan untuk kawin dan bertelur oleh beberapa spesies.
  4. Kloaka adalah area di mana bahan-bahan pencernaan, ginjal, dan reproduksi disimpan sebelum dihilangkan dari tubuh. Reptil, ikan, dan amfibi semuanya mengandung kloaka. Anus adalah bukaan ke dubur, yang merupakan bagian dari sistem pencernaan.

Apa yang disebut Kloaka?

Kata kloaka berasal dari kata Latin yang berarti selokan dan secara harfiah melakukan fungsi yang mirip dengan selokan dalam vertebrata. Ini adalah ruang umum dan outlet ke mana saluran usus, saluran kemih dan kelamin terbuka. Kloaka ditemukan di amfibi, reptil, burung, ikan, dan monotrem. Namun, kloaka tidak ditemukan pada mamalia plasenta dan sebagian besar ikan bertulang.

Ada beberapa spesies yang memiliki di dalam kloaka ini sebuah organ aksesori (penis) yang digunakan pria untuk menyuntikkan sperma ke dalam kloaka wanita. Jenis struktur ini ditemukan pada banyak burung dan reptil. Burung kawin dengan bergabung dengan jubah mereka dalam ciuman dan kontraksi otot mentransfer sperma dari jantan ke betina. Dengan demikian jelas bahwa kloaka digunakan untuk ekskresi dan juga reproduksi. Ini juga merupakan lubang yang digunakan untuk bertelur.

Fungsi Kloaka

Kloaka berfungsi sebagai titik pembuangan limbah untuk urin dan feses. Pada hewan dengan cloacas, saluran usus dan saluran kencing berakhir di kloaka. Ini menjadikannya situs pembuangan limbah serbaguna hewan. Kloaka juga melayani fungsi vagina pada wanita, dan pada beberapa spesies berfungsi seperti pada penis pada pria. Hewan betina dengan cloacas menerima sperma, bertelur, dan melahirkan melalui cloacas mereka.

Dalam beberapa spesies, jantan mengeluarkan sperma melalui jubah mereka, dan kawin dengan memiliki “ciuman” jantan dan betina sehingga transfer sperma dapat terjadi. Namun, ini tidak universal: beberapa spesies yang memiliki kloaka juga memiliki penis. Beberapa spesies juga memiliki kegunaan unik untuk jubah mereka.

Beberapa spesies amfibi, reptil, dan mamalia dianggap memiliki kelenjar di atau dekat jubah mereka yang menghasilkan aroma pribadi mereka yang khas. Kelenjar aroma ini dapat digunakan untuk menandai wilayah mereka dan meninggalkan pesan kimia pribadi, seperti yang digunakan untuk mengiklankan ketersediaan selama musim kawin. Ini mirip dengan fungsi yang dilakukan oleh kelenjar di dekat anus pada beberapa mamalia seperti anjing.

Beberapa hewan benar-benar dapat bernapas melalui kloaka mereka! Ini adalah perluasan dari kemampuan yang disebut “respirasi kulit,” di mana kulit dapat digunakan untuk menyerap oksigen dan melepaskan karbon dioksida seperti permukaan paru-paru. Paru-paru lebih efisien karena dirancang untuk memaksimalkan aliran udara dan transfer darah / oksigen. Tetapi untuk beberapa spesies, permukaan tubuh lainnya dapat menjadi sumber respirasi yang penting.

Beberapa kura-kura, misalnya, memiliki “kantung udara” khusus yang terhubung dengan jubah mereka. Ini memungkinkan mereka mengambil udara melalui kloaka, menyimpannya di kantung udara ini, dan menggunakannya sebagai sumber oksigen saat mereka menyelam di bawah air.

Apa yang disebut Anus?

Anus di sisi lain hanyalah sebuah lubang di ujung distal saluran pencernaan. Ini hanya jalan untuk limbah yang tidak tercerna. Anus digunakan oleh mamalia untuk mengeluarkan materi setengah padat yang tidak dapat dicerna. Itu adalah bagian penting dari proses evolusi yang mengarah pada pengembangan organisme multisel yang sangat berbeda dengan organisme bersel tunggal.

Fungsi anus sebagai salah satu organ pencernaan

Fungsi anus sebagai salah satu organ pencernaan adalah  untuk melakukan proses defekasi feses. Defekasi merupakan proses membuang kotoran sisa pencernaan dalam bentuk feses. Defekasi disebabkan oleh reaksi otot pada dinding rektum yang dipengaruhi oleh sistem saraf. Otot yang bereaksi tersebut adalah otot sfingter. Fungsi yang kedua yaitu untuk menahan BAB, hal ini dikarena adanya kontraksi otot sfingter dan levator setelah menerima impuls dari otak. Otak mengeluarkan impuls tersebut ketika kita ingin menahannya.

Struktur Anus

Kulit di sekitar anus merupakan kulit berkeratin yang dilapisi oleh epitel skuamos stratified dan memiliki komponen kulit rambut halus, kelenjar keringat, kelenjar sebasea, dan nervus somatik (sensitif terhadap nyeri), tanpa komponen kulit tersebut maka kulitnya terlihat seperti dilapisi sel epitel kuboid.

Saluran anal mempunyai panjang sekitar 2-4,5 cm, dikelilingi oleh otot berbentuk seperti cincin yang disebut sfingter anal internal dan sfingter anal eksternal. Saluran tersebut juga dilapisi oleh membran mukosa, bagian atas saluran ini memiliki sel yang menghasilkan sekret untuk mempermudah feses keluar dari tubuh.

Bagian-Bagian Anus dan Fungsinya

  • Anal Canal (Kanalis Anal), merupakan sebuah saluran dengan panjang sekitar 4 cm yang dikelilingi oleh sfingter anus. Bagian atasnya dilapisi oleh mukosa glandular rektal. Fungsi Kanal ini merupakan sebagai penghubung antara rektum dengan bagian luar tubuh.
  • Rektum, merupakan organ yang berbeda dengan anus. Rektum merupakan ruangan dengan panjang sekitar 12 – 15 cm yang terletak setelah kolon (usus besar). Fungsi rektum adalah untuk menampung feses sementara, ketika rektum sudah penuh, maka dinding rektum akan memberikan impuls (rangsangan) ke otak sehingga timbul keinginan untuk buang air besar (defekasi)
  • Sfingter Anal Internal, merupakan jaringan otot polos yang mengelilingi 2,5 cm bagian kalis anal. Sfingter anal internal mempunyai ketebalan sekitar 5 mm, karena disusun oleh serat otot polos, maka kerja dari sfingter ini berlangsung secara tidak sadar dan tidak dapat dikontrol. Fungsi dari sfingter anal interlan adalah untuk mengatur pengeluaran feses saat buang air besar agar feses tidak kembali masuk ke usus.
  • Sfingter Anal Eksternal, merupakan jaringan otot rangka (lurik) berbentuk elips yang melekat pada dinding anus. Panjangnya sekitar 8 – 10 cm. Fungsi dari sfingter anal eksternal adalah untuk membuka dan menutup kanalis anal. Karena disusun oleh otot rangka (lurik) maka kerja dari sfingter ini adalah secara sadar. Otot inilah yang membuat kita bisa menahan proses defekasi (Buang Air Besar) untuk sementara.
  • Pectinate Line, merupakan garis yang berfungsi sebagai garis pembagi antara dua pertiga (atas) dengan bagian sepertiga (bawah) anus. Pectinate line memiliki fungsi yang sangat penting karena memisahkan kedua bagian organ tersebut, sehingga bagian yang dipisahkan emiliki struktur dan fungsi yang berbeda.
  • Kolom Anal atau Kolom Morgagni adalah beberapa lipatan membran mukosa dan serat otot. Fungsi dari kolom anal adalah sebagai pembatas dinding anus.

e