Apakah Perbedaan antara Polimer dan Monomer

Perbedaan antara Polimer dan Monomer adalah :

  • Polimer biasanya memiliki titik didih yang lebih tinggi, dengan kekuatan mekanik yang lebih tinggi daripada monomer.
  • Monomer adalah molekul tunggal, dan polimer adalah kumpulan molekul, yang bergabung bersama-sama.
  • Monomer memiliki berat molekul kecil, sedangkan polimer memiliki berat molekul yang lebih besar, yang berkali-kali dari berat monomer.
  • Monomer dan polimer berbeda dalam kimia dan sifat fisik. Sebagai contoh, glukosa adalah gula pengoksidasi, larut dalam air, memiliki rasa manis. Tapi pati adalah gula non-oksidasi, sebagian larut dalam air dan tidak memiliki rasa manis.

Pengertian Polimer

Pengertian polimer adalah suatu hal yang merujuk kepada senyawa molekul besar berbentuk rantai atau jaringan yang tersusun dari gabungan ribuan hingga jutaan unit pembangun yang berulang. Plastik pembungkus, botol plastik, styrofoam, nilon, dan pipa paralon termasuk material yang disebut polimer.

Jenis polimer berdasarkan sumbernya adalah :

  • Polimer alam, adalah polimer yang terdapat di alam.
  • Polimer sintetis, adalah polimer yang tidak terdapat di alam.

Jenis polimer berdasarkan monomer penyusunnya adalah :

  • Homopolimer, adalah polimer yang tersusun dari satu jenis monomer. Contoh: polietilena (etena), polipropilena (propena), polistirena (stirena), PVC (vinil klorida), PVA (vinil asetat), poliisoprena (isoprena), dan PAN (akrilonitril).
  • Kopolimer, adalah polimer yang tersusun dari dua jenis atau lebih monomer. Contoh: nilon 6,6 (heksametilendiamina + asam adipat), dakron (asam tereftalat + etilena glikol), SBR (stirena + butadiena), dan ABS (akrilonitril + butadiena + stirena).

Jenis polimer berdasarkan sifatnya

  • Termoplas, adalah polimer yang melunak jika dipanaskan, dan dapat dicetak kembali menjadi bentuk lain. Sifat ini disebabkan oleh struktur termoplas yang terdiri dari rantai-rantai panjang dengan gaya interaksi antar molekul yang lemah. Sifat-sifat lain dari termoplas adalah ringan, kuat, dan transparan. Contoh termoplas adalah polietilena, polipropilena, PET, dan PVC.
  • Termoset, adalah polimer yang memiliki bentuk permanen dan tidak menjadi lunak jika dipanaskan. Sifat ini disebabkan oleh ada banyaknya ikatan kovalen yang kuat antara rantai-rantai molekul. Pemanasan termoset pada suhu yang terlalu tinggi dapat memutuskan ikatan-ikatan tersebut dan bahkan membuat termoset menjadi terbakar. Contoh termoset adalah bakelit dan melamin.
  • Elastomer, adalah polimer yang elastis; bentuknya dapat diregangkan, namun dapat kembali ke bentuk semula setelah gaya tariknya dihilangkan. Elastisitas ini disebabkan oleh struktur elastomer yang terdiri dari rantai-rantai yang saling tumpang tindih dengan adanya ikatan silang (cross-link) yang akan menarik kembali rantai-rantai tersebut kembali ke susunan tumpang tindihnya. Contoh elastomer adalah karet alam (poliisoprena) dan karet sintetis SBR.

Contoh Polimer

  • teflon, dan nilon.
  • Plastik polipropilena PP,
  • plastik polietilen tereftalat PET
  • karbohidrat
  • protein
  • lemak, karet alam
  • sejumlah plastik seperti polietilene (PE)
  • plastik polivinil chloride PVC
  • plastik polistirena ¬†PS

Sifat Polimer adalah :

  • Sifat Termal, Polimer sebagai isolator mempunyai sifat termal yang baik walaupun polimer bukanlah konduktor. Bila ditinjau dari jenisnya, polimer yang dipanaskan ada yang menjadi lunak namun ada pulak yang menjadi keras. Perubahan ini penting untuk bahan komponen tertentu.
  • Sifat Kelenturan, Karena sifatnya lentur, polimer mudah diolah menjadi produk yang diinginkan. Tapi, polimer alam lebih untuk diolah sesuai keinginan dibandingkan polimer sintetis.
  • Sifat Ketahanan Terhadap Mikroorganisme, Sifat ketahanan terhadap mikroorganisme ini biasanya dipunyai oleh polimer sintetis. Sedangkan polimer alam seperti sutra, wol, dan polimer alam lainnya tidak tahan terhadap mikroorganisme.

Contoh Polimer Buatan dalam kehidupan sehari-hari adalah :

  • Karet Sintetis, Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan ban mobil dan motor, ahli-ahli kimia organic telah mengembangkan pembuatan karet sintetis untuk mempercepat perolehan kebutuhan tersebut. Karet-karet sintetis tersebut dibuat dengan menggunakan bahan dasar monomer, seperti butadiene dan stirena dengan cara kopolimerisasi.
  • Serat Sintetis, Kapas adalah serat alam yang merupakan polimer dari karbohidrat (selulosa), dan polimer dari protein (wol dan sutera). Seperti halnya karet, serat memiliki polimer sintetis, yaitu nilon dan poliester (dakron). Dakron atau tetoron merupakan polyester. Polimer ini yang sangat kuat, sangat lentur dan transparan.
  • Orlon, adalah polimer adisi dari monomer akrilonitril. Polimer ini merupakan serat sintetis, seperti wol digunakan dalam tekstil sebagai campuran wol, karpet, dan kaus kaki.
  • Plastik, adalah polimer sintetis yang paling populer karena banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Apa yang dimaksud monomer ?

Pengertian monomer adalah suatu bahan sebagai penyusun polimer. Mereka dapat sederhana atau molekul kompleks dengan ikatan rangkap atau gugus fungsional lain seperti -OH, -NH2, -COOH, dll ikatan rangkap tak jenuh atau gugus fungsional yang diperlukan dalam proses polimerisasi, ketika beberapa monomer terhubung untuk membentuk polimer .

Biasanya, ada dua gugus fungsional di kedua sisi monomer, sehingga dapat membentuk rantai linier dengan mengikat molekul lain dari kedua belah pihak. Jika ada beberapa gugus fungsional, monomer dapat terhubung membentuk polimer bercabang. Sebagai contoh, glukosa adalah monomer umum untuk karbohidrat dengan gugus fungsional -OH.