Kapasitas Panas Molar

Ketika suatu benda menerima sejumlah energi panas, ia dapat memvariasikan suhu atau keadaan fisiknya, yaitu padat, cair, dan gas. Variasi suhu terjadi karena bertambahnya pergerakan partikel penyusun benda, dalam hal ini jumlah panas yang diterima benda disebut panas sensibel. Jika secara kebetulan tubuh mengubah keadaan fisiknya pada suhu konstan, kita mengatakan bahwa jumlah panas disebut panas laten. Tapi apa itu panas? Bagaimana cara transfernya?
Panas adalah energi panas dalam perjalanan yang ditentukan oleh perbedaan suhu antara sistem yang terlibat. Kalor mengalir dari benda yang bersuhu lebih tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah dan dapat dipindahkan dari satu benda ke benda lain dengan cara sebagai berikut:

  • Menyetir
  • Konveksi
  • Penyinaran

Istilah panas digunakan dalam arti menunjukkan energi yang ditransfer. Ditunjukkan oleh huruf satuan kalor dalam Sistem Satuan Internasional adalah joule J, sebagai penghormatan kepada fisikawan Inggris James Prescott Joule.

Namun, satuan yang paling umum digunakan adalah kalori (kal), namun kita dapat menghubungkannya dengan joule sebagai berikut: 1 kal = 4,18 J .

Kapasitas Termal dan Panas Spesifik
Mengakui bahwa tidak ada perubahan keadaan fisik, bayangkan sebuah benda yang menerima sejumlah energi dan memvariasikan suhunya. Ini disebut kapasitas termal C, juga disebut kapasitas panas, atau hasil bagi antara jumlah panas Q dan variasi suhu yang dialami benda (Δt), mari kita lihat:

Satuan kapasitas termal adalah kalori per derajat Celcius (cal/°C).

Panas spesifik, juga dikenal sebagai kapasitas termal, didefinisikan sebagai nilai numerik dari jumlah panas yang menyebabkan variasi satu derajat Celcius dalam satu gram zat.

Secara matematis kita definisikan sebagai rasio antara kapasitas termal dan massa benda.

Satuan kalor jenis adalah kal / g.°C.
Persamaan Dasar Kalorimetri
Menggabungkan persamaan yang menentukan kapasitas termal dan panas spesifik kita dapat sampai pada persamaan yang memberikan jumlah panas sensibel yang dipertukarkan oleh benda bermassa m ketika mengalami variasi suhunya.

Dimana c adalah kalor jenis zat dan T adalah variasi suhu zat.

Satuan panas spesifik yang paling sering digunakan adalah:

Menjadi bahwa 1 kal setara dengan sekitar 4,1855 J.

Pada tabel di bawah ini kami menyajikan nilai panas spesifik untuk beberapa zat: