Pengertian Klasifikasi Contoh Sifat dan Kegunaan Polimer

Dalam bidang science atau ilmu pengetahuan, sering dipelajari mengenai polimer. Untuk lebih memahami dan mengenalnya, berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai Pengertian Klasifikasi Contoh Sifat dan Kegunaan Polimer.

Pengertian Polimer

Polimer adalah senyawa molekul besar berbentuk rantai atau jaringan yang tersusun dari gabungan ribuan hingga jutaan unit pembangun yang berulang. Plastik pembungkus, botol plastik, styrofoam, nilon, dan pipa paralon termasuk material yang disebut polimer.

Unit kecil berulang yang membangun polimer disebut monomer. Sebagai contoh, polipropilena (PP) adalah polimer yang tersusun dari monomer propena.

Klasifikasi polimer berdasarkan sumbernya

Klasifikasi polimer berdasarkan sumbernya dapat dikelompokkan dalam 3 kelompok, yaitu:

  • Polimer Alam yang terjadi secara alami seperti karet alam, karbohidrat, protein, selulosa, dan wol.
  • Lalu polimer Semi Sintetik yang diperoleh dari hasil modifikasi polimer alam dan bahan kimia seperti serat rayon dan selulosa nitrat.
  • Polimer Sintesis, yaitu polimer yang dibuat melalui polimerisasi dari monomer-monomer polimer, seperti formaldehida.”

Klasifikasi polimer berdasarkan jumlah rantai karbonnya

  1. 1 ~ 4 Gas (LPG, LNG)
  2. 5 ~ 11 Cair (bensin)
  3. 9 ~ 16 Cairan dengan viskositas rendah
  4. 16 ~ 25 Cairan dengan viskositas tinggi (oli, gemuk)
  5. 25 ~ 30 Padat (parafin, lilin)
  6. 1000 ~ 3000 plastik (polistiren,  polietilen, dll)

polimer

Sifat-Sifat Polimer

Polimer yakni makromolekul yang terdiri atas tidak sedikit kelas material alami dan sintetik dengan sifat-sifat yang paling beragam. Perbedaan kedua material itu terletak pada gampang tidaknya suatu polimer didegradasi atau dibongkar oleh mikroba. Biasanya, polimer bahan sintetik bakal lebih susah diuraikan oleh mikroorganisme dibanding polimer bahan alami. Perbedaan sifat-sifat polimer tersebut diprovokasi oleh struktur polimernya, yang mencakup :

  • Panjang rantai polimer. Semakin panjang rantai polimer, maka kekuatan dan titik leleh senyawanya semakin tinggi.
  • Gaya antar molekul. Semakin besar gaya antar molekul pada rantai polimer maka polimer bakal menjadi powerful dan sulit meleleh.
  • Percabangan. Rantai polimer yang bercabang tidak sedikit mempunyai daya tegang rendah dan gampang meleleh.
  • Ikatan silang antar rantai polimer. Semakin banyaknya ikatan silang maka polimer semakin kaku dan rapuh sehingga gampang patah. Hal itu dikarenakan adanya Ikatan silang antar rantai polimer menyebabkan terjadinya jaringan yang kaku dan menyusun bahan yang keras.
  • Sifat kristalinitas rantai polimer. Semakin tinggi sifat kristalinitas, rantai polimer bakal lebih powerful dan lebih tahan terhadap bahaan-bahan kimia dan enzim. Biasanya yang mempunyai sifat kristalinitas tinggi yakni polimer dengan struktur teratur, sementara polimer berstruktur tidak teratur ingin mempunyai kristanilitas rendah dan sifatnya amorf (tidak keras).

Sifat-Sifat Polimer Secara Umum

Sifat Termal

Polimer sebagai isolator memiliki sifat termal yang baik walaupun polimer bukanlah konduktor. Bila ditinjau dari jenisnya, polimer yang dipanaskan terdapat yang menjadi empuk namun terdapat pulak yang menjadi keras. Perubahan ini urgen untuk bahan komponen tertentu.

Sifat Kelenturan

Karena sifatnya lentur, polimer mudah diubah menjadi produk yang diinginkan. Tapi, polimer alam lebih untuk diubah sesuai keinginan dikomparasikan polimer sintetis.

Sifat Ketahanan Terhadap Mikroorganisme

Sifat keawetan terhadap mikroorganisme ini seringkali dipunyai oleh polimer sintetis. Sedangkan polimer alam laksana sutra, wol, dan polimer alam lainnya tidak tahan terhadap mikroorganisme.

Sifat Lainnya

Sifat beda yang dimiliki polimer di antaranya, yakni inilah ini :

  • Ringan, dalam artian rasio bobot/volume kecil;
  • Tahan korosi dan kehancuran terhadap lingkungan yang agresif;
  • Dimensinya stabil sebab mempunyai berat molekul besar; dan lainnya

Contoh dan Kegunaan Polimer

  1. Polypropylene (PP) – Karpet, jok
  2. Polietilena densitas rendah (LDPE) – tas Grocery
  3. Polietilen kerapatan tinggi (HDPE) – botol Deterjen, mainan
  4. Poli (vinil klorida) (PVC) – Pipa, decking
  5. Polystyrene (PS) – Mainan, busa
  6. Politetrafluoroetilen (PTFE, Teflon) – panci non-stick, isolasi listrik
  7. Poli (metil metakrilat) (PMMA, Lucite, Plexiglas) – Wajah perisai, skylight
  8. Poli (vinil asetat) (PVAc) – Cat, perekat
  9. Polikloropren (cis trans +) (Neoprene) – Pakaian selam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *