Motif dan Alasan Orang Senang Memegang Uang Secara Tunai

Motif atau alasan orang senang memegang uang secara tunai adalah:

  • Motif Transaksi (Transactional Motive), orang memegang uang untuk memenuhi dan melancarkan transaksi-transaksi yang dilakukan dengan orang lain. Permintaan akan uang dari masyarakat untuk tujuan ini dipengaruhi oleh pendapatan nasional dan tingkat bunga. Semakin besar pendapatan nasional, semakin besar pula transaksi yang dilakukan masyarakat dan semakin besar pula kebutuhan akan uang untuk memenuhi tujuan transaksi tersebut.
  • Motif Berjaga-jaga (Precautionary Motive), Orang biasanya berjaga-jaga karena tidak tahu pasti peristiwa apa yang akan menimpanya di masa depan. Orang akan lebih siap untuk menghadapi hal-hal yang tidak dapat diduga sebelumnya bila mempunyai uang, misalnya kecelakaan lalu lintas, kebakaran, dan lain-lain. Untuk membiayai peristiwa yang tidak terduga tersebut, diperlukan tabungan. Selain itu, orang juga berpikir akan mendapatkan banyak keuntungan dari menyimpan uang atau tabungan, karena sifat uang itu likuid, yaitu mudah ditukarkan dengan barang-barang lain dan dapat dipergunakan setiap saat.
  • Motif Spekulasi (Speculative Motive), Motif spekulasi bertujuan memperoleh keuntungan dengan mengetahui secara baik situasi pasar yang akan terjadi di masa yang akan datang. Keuntungan itu akan diperoleh, jika yang diramalkan itu benar-benar terjadi. Banyaknya uang yang ditahan atau disimpan bergantung sekali pada tingkat bunga yang berlaku.

Apa itu motif berjaga-jaga atau pencegahan (precautionary motive)

Motif berjaga-jaga adalah motif permintaan uang untuk menyediakan penyangga terhadap peristiwa tak terduga yang mungkin membutuhkan uang tunai. Dalam motif pencegahan, Anda khawatir tentang apa yang mungkin terjadi di masa mendatang. Anda mungkin perlu uang untuk mengantisipasi jika Anda sakit atau kehilangan pekerjaan. Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Dan semakin tinggi ketidakpastiannya, semakin besar kemungkinan Anda untuk menyimpan uang.

Tetapi sekarang, motif tindakan pencegahan mungkin kurang penting, yaitu, karena lebih mudah untuk mengubah aset menjadi uang tunai. Juga, orang memiliki kartu kredit sekarang, jadi Anda tidak perlu memasukkan uang ke kasur; jika Anda memiliki keadaan darurat, Anda dapat menggunakan kartu kredit.

Penentu motif berjaga-jaga

Secara umum, permintaan uang sebagai tindakan pencegahan berkorelasi positif dengan ukuran transaksi rata-rata, total volume transaksi, dan, karenanya, juga terhadap keseluruhan produk domestik bruto (PDB). Ekspektasi harga juga mempengaruhi permintaan uang untuk berjaga-jaga. Ketika orang mengharapkan harga barang meningkat di masa depan, mereka akan mengurangi permintaan uang untuk berjaga-jaga dan membelanjakan uang untuk produk sekarang sebelum kenaikan harga aktual.

Apa itu Motif spekulasi (speculation motive)

Pada suatu sistem ekonomi modern diman lembaga keuangan masyarakat sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat mendorong masyarakatnya untuk menggunakan uangnya bagi kegiatan spekulasi, yaitu disimpan atau digunakan untuk membeli surat-surat berharga, seperti obligasi pemerintah, saham, atau instrumen lainnya. Faktor yang mempengaruhi besarnya permintaan uang dengan motif ini adalah besarnya suku bunga, dividen surat-surat berharga, ataupun capital gain, fungsi permintaannya adalah MDs = f(i).

Permintaan untuk spekulasi (yang membedakan teori keynes dengan teori kuantitas) adalah permintaan akan uang tunai untuk tujuan memperoleh keuntungan. Caranya adalah dengan “berspekulasi” dalam pasar obligasi (surat berharga). Apabila harga obligasi diharapkan untuk naik untuk naik di masa mendatang, maka orang akan membeli obligasi dengan uang tunainya hari ini. Ini berarti uang tunai yang saat ini untuk berspekulasi akan berkurang. Sebaliknya, apabila harga obligasi diharapkan turun, maka permintaannya akan uang tunai saat ini akan bertambah (obligasi dijual).

K  =  i . P    atau  P = K/i

Hubungan antara harga obligasi dan tingkat bunga yang berlaku adalah berkebalikan. Harga obligasi naik sama saja artinya dengan tingkat bunga turun. Sebaliknya, harga obligasi turun berarti tingkat bunga naik. Bila harga obligasi diharapkan naik, ini berarti bahwa harga obligasi saat ini dianggap terlalu rendah. Bila harga obligasi diharapkan turun, ini berarti bahwa harga obligasi saat ini dirasa terlalu tinggi.

Apa itu Motif transaksi

Motif transaksi (transaction motive), motif ini timbul karena uang digunakan untuk melakukan pembayaran secara reguler terhadap transaksi yang dilakukan. Besarnya permintaan uang untuk tujuan transaksi ini ditentukan oleh besarnya tingkat pendapatan (MDt = f(Y), artinya semakin besar tingkat pendapatan yang dihasilkan, maka jumlah uang diminta untuk transaksi juga mengalami peningkatan demikian sebaliknya.

MD = k . P . Q

Motif memegang uang tunai
Motif memegang uang tunai

4 alasan mengapa Anda harus tetap sedia uang tunai:

  1. Uang darurat saat bepergian, Uang tunai akan sangat membantu sebagai uang darurat yang bisa Anda pakai ketika bepergian. Banyak kemungkinan yang dapat terjadi saat Anda bepergian. Hal ini dapat diantisipasi dengan baik apabila Anda memiliki uang tunai sebagai cadangan.
  2. Alat pembayaran saat makan di luar, Akan lebih baik apabila Anda memakai uang tunai sebagai alat pembayaran saat makan di luar. Selain lebih mudah, Anda pun nantinya dapat melacak pengeluaran yang sudah dilakukan.
  3. Solusi apabila kartu bermasalah, Uang tunai dapat berfungsi sebagai alat pembayaran apabila kartu kredit atau debit Anda bermasalah. Selain itu, uang tunai juga dapat dipakai apabila ada beberapa toko yang menolak penggunaan kartu dalam proses pembayaran
  4. Ingin membeli kebutuhan darurat, Anda harus siap akan kejadian tidak terduga ketika sedang berada di luar ruangan. Selalu membawa uang tunai merupakan solusi yang tepat untuk permasalahan ini.