Pengertian Sosiologi Menurut Karl Marx

Karl Marx lebih dikenal sebagai tokoh sejarah ekonomi daripada seorang perintis sosiologi dan ahli filsafat. Karl Marx mengembangkan teori mengenai sosialisme yang kemudian dikenal dengan nama ”Marxisme”. Meskipun demikian, Marx merupakan seorang tokoh teori sosiologi yang terkenal juga.

Sumbangan Marx bagi sosiologi terletak pada teorinya mengenai kelas, Marx berpandangan bahwa sejarah masyarakat manusia merupakan sejarah perjuangan kelas.

Perkembangan pembagian kerja dalam ekonomi kapitalisme menumbuhkan dua kelas adalah :

  • Kaum proletar adalah kelas yang terdiri atas orang-orang yang tidak mempunyai alat produksi dan modal sehingga dieksploitasi untuk kepentingan kaum kapitalis.
  • Kaum borjuis (kaum kapitalis) adalah kelas yang terdiri atas orangorang yang menguasai alat-alat produksi dan modal. Menurut Marx, pada suatu saat kaum proletar akan menyadari kepentingan bersama mereka sehingga bersatu dan memberontak terhadap kaum kapitalis.

Mereka akan memperoleh kemenangan yang akan mengakibatkan terhapusnya pertentangan kelas sehingga masyarakat proletar akan mendirikan masyarakat tanpa kelas.

Biografi Singkat Karl Marx

Karl Marx lahir 5 Mei 1818 – meninggal 14 Maret 1883 pada umur 64 tahun) adalah seorang filsuf, ekonom, sejarawan, pembuat teori politik, sosiolog, jurnalis dan sosialis revolusioner asal Jerman.

Lahir di Trier dalam keluarga kelas menengah, Marx belajar hukum dan filsafat Hegelian. Karena publikasi politiknya, Marx menjadi tak bernegara dan tinggal dalam pengasingan di London, dimana ia tetap mengembangkan pemikirannya dalam kolaborasi dengan pemikir Jerman Friedrich Engels dan menerbitkan tulisan-tulisannya, melakukan riset di ruang baca British Museum.

Karya terkenal Karl Marx adalah pamflet tahun 1848, Manifesto Komunis, dan karya tiga volume Das Kapital. Pemikiran politik dan filsafatnya memiliki pengaruh pada sejarah intelektual, ekonomi dan politik pada masa berikutnya dan namanya dipakai sebagai adjektif, pengucapan dan aliran teori sosial.

Teori-teori Marx tentang masyarakat, ekonomi dan politik—yang secara kolektif dimengerti sebagai Marxisme—menyatakan bahwa umat manusia berkembang melalui perjuangan kelas. Dalam kapitalisme, manifes itu sendiri berada dalam konflik antara kelas pemerintahan (dikenal sebagai burjois) yang mengandalikan alat produksi dan kelas buruh (dikenal sebagai proletariat) yang dapat diperalat dengan menjual tenaga buruh mereka sebagai balasan untuk upah. Memajukan kesepakatan kritikal yang dikenal sebagai materialisme sejarah, Marx memprediksi bahwa, seperti sistem sosio-ekonomi sebelumnya, kapitalisme memproduksi ketegangan internal yang akan berujung pada penghancuran diri dan digantikan oleh sistem baru: sosialisme.

Bagi Marx, antagonisme kelas di bawah kapitalisme, yang merupakan bagian dari ketidakstabilan dan alam kecenderungan krisis, kemudian akan membuat kelas buruh mengembangkan kesadaran kelas, yang berujung pada penaklukan mereka terhadap kekuasaan politik dan kemudian menghimpun ketiadaan kelas, masyarakat komunis yang diatur oleh asosiasi produsen bebas. Marx aktif mendorong penerapannya, berpendapat bahwa kelas tenaga kerja harus mengadakan tindakan revolusioner untuk menggulingkan kapitalisme dan mengirim emansipasi sosio-ekonomi.

Karl Marx

Marx dianggap sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah manusia, dan karyanya dipuji sekaligus dikritik. Karyanya dalam ekonomi menjadi dasar bagi sebagian besar pemahaman tenaga kerja pada saat ini dan hubungannya dengan kapital, dan kemudian pemikiran ekonomi. Beberapa intelektual, serikat buruh, seniman, dan partai politik di seluruh dunia dipengaruhi oleh karya Marx, dengan beberapa pihak memodifikasi atau mengadaptasi gagasan-gagasannya. Marx biasanya disebut sebagai salah satu arsitek utama dari ilmu sosial modern.

Marx sering dijuluki sebagai bapak dari komunisme yang berasal dari kaum terpelajar dan politikus. Ia memperdebatkan bahwa analisis tentang kapitalisme miliknya membuktikan bahwa kontradiksi dari kapitalisme akan berakhir dan memberikan jalan untuk komunisme. Marxisme adalah paham yang dianut oleh Mark.

Hubungan antara Marx dan Marxism adalah titik kontroversi.Marxism tetap berpengaruh dan kontroversial dalam bidang akademi dan politik sampai saat ini.Dalam bukunya Marx, Das Kapital (2006), penulis biografi Francis Wheen mengulangi penelitian David McLellan yang menyatakan bahwa sejak Marxisme tidak berhasil di Barat, hal tersebut tidak menjadikan Marxisme sebagai ideologi formal, namun hal tersebut tidak dihalangi oleh kontrol pemerintah untuk dipelajari.

Pada 1842-1843 Karl Marx bekerja sebagai editor untuk liberal “Rheinische Zeitung” di Cologne. Ia belajar Sosialisme dan Komunisme di Paris dan bekerja sama dengan Friedrich Engels ketika dia pindah ke Paris pada tahun 1843. Disana ia terus menganut gagasan Hegel dan para pendukungnya, namun ia juga mendalami dua gagasan baru –sosialisme Perancis dan ekonomi politik Inggris.

Inilah cara uniknya mengawinkan Hegelianisme, sosialisme, dengan ekonomi politik yang membangun orientasi intelektualitasnya. Pada tahun 1845 Marx dan Engels co-menulis “Keluarga Kudus”, Marx selanjutnya menulis “Ideologi Jerman”, yang pertama kali dicetak pada tahun 1926. Di tengah kerjasama ini Mark dan engels mempunyai banyak perbedaan. Di tengah-tengah perbedaan tersebut, Marx dan Engels membangun persekutuan kuat tempat mereka berkolabirasi menulis sejumlah buku dan artikel serta bekerja sama dalam organisasi radikal, dan bahkan Engels menopang Marx sepanjang hidupnya sehingga Marx menagbdikan diri untuk petualang politik dan intelektualnya.

Pada tahun 1864 Marx terlibat dalam aktivitas politik dengan bergabung dengan gerakan pekerja Internasional. Ia segera mengemuka dalam gerakan ini dan menghabiskan selama beberapa tahun di dalamnya.Namun disintegrasi yang terjadi di dalam gerakan ini pada tahun 1876, gagalnya sejumlah gerakan revolusioner, dan penyakit yang dideritanya menandai akhir karier Marx. Istrinya meninggal pada tahun 1881, anak perempuannya tahun 1882, dan Marx sendiri meninggal pada tanggal 14 Maret 1883. Namun ide-ide mark tetap mengalami perkembangan dan membawa pengaruh besar di dunia sejak abad ke-20.

Pengertian ilmu sosiologi menurut Karl Marx

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang masyarakat dan tingkah lakunya dengan keterkaitan antar kelas-kelas yang dia miliki dan kelas lain di dalam masyarakat yang lebih luas. Dimana perilaku yang dipelajari adalah perilaku individu sebagai pribadi atau individu mewakili kelas yang mana dia berada saat itu. berbagai tindakan dan sikap kelas-kelas tertentu kepada kelas lain dan sebaiknya.

Marx tidak secara eksplisit menulis definisi atau pengertian sosiologi, namun studinya tentang ekonomi menjadi landasan teori-teori sosiologi. Dalam ’The Communist Manifesto’, menurutnya masyarakat (proletar) harus dibebaskan dari penyakit sistem kapitalis yang akan menghancurkannya. Sosiologi bisa digunakan sebagai alat untuk mengagkat kaum tertindas melawan penindas dan mewujudkan cita-cita masyarakat tanpa kelas.

Karl marx merupakan salah satu penganut aliran Marxisme dan ia adalah keturunan yahudi yang lahir di jerman pada tahun 1818 wafat pada tahun 1883.

Karl marx berpendapat bahwa manusia baginya adalah seorang yang tidak berarti apa-apa karena manusia harus berkembang dan perkembangan masyarakat itu juga di sebut sejarah dan yang menjadi dorongan perkembangan masyarakat adalah perjalanan sejarah yaitu kekuatan yang ada di dalam masyarat itu.menurut karl marx kehidupan individu masyarakat di dasarkan pada asas ekonomi antara lain pendidikan, ilmu pengetahuan, dan agama.

Karya-karya Karl Marx adalah :

  • Upah Harga dan Laba (Marx, 1865)
  • Masalah Perumahan (Engels, 1872)
  • Kapital I, Kapital II, Kapital III (Marx, 1867 – 1894)
  • Tesis tentang Feuerbach (Marx, 1845)
  • Kemiskinan Filsafat (Marx, 1847)
  • Kerja-upahan dan Kapital (Marx, 1847)
  • Prinsip-prinsip Komunisme (Engels, 1847)
  • Manifesto Partai Komunis (Marx dan Engels, 1848)