Apakah Perbedaan antara Bakteri Aerobik dan Anaerobik ?

Bakteri itu ada yang berjenis atau bernama bakteri aerobik dan bakteri anaerobik. Diantara kedua bakteri ini ada beberapa perbedaan yang mendasar, simak ya penjelasannya berikut ini. Selanjutnya akan diberikan pengertian dari bakteri aerobik dan bakteri anaerobik.

Perbedaan utama dari bakteri aerobik dan bakteri anaerobik adalah bahwa bakteri aerob membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup, sedangkan bakteri anaerob tidak. Ini dapat dikaitkan dengan fakta bahwa spesies aerob memiliki kemampuan untuk mendetoksifikasi oksigen. Sebaliknya, spesies anaerob kurang memiliki kemampuan untuk memecah molekul makanan seperti rekan aerobik mereka.

Sementara bakteri anaerob bahkan dapat tumbuh di tempat-tempat di mana oksigen tidak tersedia, spesies aerob tidak mungkin melakukannya. Ini menyiratkan bahwa spesies ini juga dapat tumbuh di bagian tubuh manusia di mana jumlah oksigen yang disediakan sangat rendah. Misalnya, ada juga beberapa contoh bakteri yang dapat tumbuh di usus, yaitu saluran pencernaan antara lambung dan anus.

Dalam hal respirasi, bakteri aerob menggunakan oksigen dalam proses metabolisme energi, sedangkan bakteri anaerob tidak, dan dengan demikian, bakteri aerob memiliki keunggulan dalam hal jumlah energi yang dihasilkan. Ketika kedua jenis bakteri ini dikumpulkan dalam medium cair, spesies aerobik muncul ke permukaan medium untuk mengambil oksigen sebanyak mungkin, sementara spesies anaerob menetap di bagian bawah untuk menghindarinya.

Bakteri aerobik ialah bakteri yang tumbuh di hadapan oksigen disebut bakteri aerob. Ini memiliki kemampuan untuk mendetoksifikasi oksigen dengan bantuan enzim. Akseptor elektron terakhir adalah oksigen molekuler. Air dihasilkan dari akseptor elektron terakhir. Ketika dalam media cair mereka terlihat di permukaan media. Contoh: Nocardia, Bacillus.

Bakteri anaerobik ialah bakteri yang tumbuh tanpa oksigen disebut bakteri anaerob. Itu tidak memiliki kemampuan untuk mendetoksifikasi oksigen. Akseptor elektron terakhir adalah karbon dioksida, belerang, fumarat, atau besi. Zat seperti asetat, metana, nitrat, dan sulfida dihasilkan dari bakteri ini. Ketika dalam media cair mereka terlihat di bagian bawah media. Contoh: Bacteroids, E.Coli.

Bakteri Aerob

Organisme aerobik atau aerob adalah organisme yang melakukan metabolisme dengan bantuan oksigen. Aerob, dalam proses dikenal sebagai respirasi sel, menggunakan oksigen untuk mengoksidasi substrat (sebagai contoh gula dan lemak) untuk memperoleh energi. . Misal: Nitrosococcus, Nitrosomonas dan Nitrobacter

  • Aerob obligat membutuhkan oksigen untuk melakukan respirasi sel aerobik.
  • Aerob fakultatif dapat menggunakan oksigen tetapi dapat juga menghasilkan energi secara anaerobik.
  • Mikroaerofil adalah organisme yang bisa menggunakan oksigen tetapi dalam konsentrasi yang sangat kecil (mikromolar).

bakteri aerob

Organisme aerotoleran dapat hidup walaupun terdapat oksigen di sekitarnya, tetapi mereka tetap anaerobik karena mereka tidak menggunakan oksigen sebagai terminal electron acceptor (akseptor elektron terminal). Contoh yang dapat diberikan adalah oksidasi glukosa (monosakarida) dalam respirasi aerobik.

C6H12O6 + 6 O2 + 38 ADP + 38 fosfat → 6 CO2 + 6 H2O + 38 ATP

Energi yang dilepaskan pada reaksi ini sebesar 2880 kJ per mol, yang disimpan dalam regenerasi 38 ATP dari 38 ADP per glukosa. Angka ini 19 kali lebih besar daripada yang dihasilkan reaksi anaerobik. Organisme eukariotik (semua kecuali bakteri) hanya memperoleh 36 ATP yang diregenerasi dari ADP dalam proses ini. Hal ini disebabkan terdapat membran yang harus dilewati oleh transport aktif.

Bakteri Anaerob

Anaerob artinya “hidup tanpa udara”. Perkembangan bakteri anaerob ini terjadi pada tempat-tempat yang sedikit atau sama sekali tidak mengandung oksigen. Kuman-kuman ini normalnya ditemukan di mulut, saluran pencernaan dan vagina serta pada kulit. Umumnya penyakit-penyakit yang disebabkan oleh bakteri anaerob adalah gas gangren, tetanus dan botulisme.

Bakteri anaerob dapat menyebabkan infeksi jika barier (sawar) normal (seperti kulit, gusi dan dinding usus) mengalami kerusakkan akibat pembedahan, jejas atau penyakit. Biasanya sistem kekebalan tubuh akan membunuh bakteri yang masuk ke dalam tubuh, tetapi kadang-kadang bakteri tersebut mampu berkembang dan menyebabkan infeksi.

Bakteri anaerob

Bagian tubuh yang mengalami kerusakkan jaringan (nekrosis) atau suplai aliran darahnya sedikit merupakan tempat-tempat yang disenangi oleh bakteri anaerob untuk tumbuh dan berkembang karena miskin akan oksigen. Keadaan yang kurang mengandung oksigen dapat disebabkan karena penyakit pembuluh darah, keadaan syok, trauma/cedera dan tindakkan pembedahan.

Bakteri anaerob dapat menyebabkan infeksi di seluruh bagian tubuh. Misalnya: Mulut, kepala dan leher. Infeksi dapat terjadi pada saluran akar gigi, gusi, rahang, tonsil, tenggorok, sinus-sinus dan telinga.

Paru. Bakteri anaerob menyebabkan pneumonia, abses paru, infeksi pada salaput pembungkus paru (empiema) dan pelebaran bronkhus pada paru (bronkiektasis).

Rongga perut. Infeksi bakteri anaerob didalam perut membentuk abses, radang selaput rongga perut (peritonitis) dan radang usus buntu (apendisitis).

Saluran kelamin wanita. Bakteri anaerob menyebabkan abses panggul, penyakit radang panggul, peradangan dinding rahim (endometritis) serta infeksi panggul yang diikuti keguguran atau persalinan prematur.

Kulit dan jaringan lunak. Bakteri anaerob sering menyebabkan ulkus pada penderita diabetes, gangren, infeksi yang merusak lapisan kulit sebelah dalam dan jaringan serta luka infeksi akibat gigitan.

Susunan saraf pusat. Bakteri anaerob menyebabkan pembentukkan abses pada otak dan susunan saraf pada tulang belakang.

Aliran darah. Bakteri anaerob dapat ditemukan di dalam aliran darah penderita yang sakit (keadaan ini disebut bakteremia).