Apakah Perbedaan antara Anabolisme dan Katabolisme

Katabolisme adalah suatu reaksi penguraian senyawa yang terjadi secara kompleks menjadi pecahan senyawa yang lebih sederhana dengan bantuan enzim. Proses katabolisme berbeda dengan anabolisme yang memerlukan energi. Proses katabolisme ini justru akan menghasilkan suatu energi dalam bentuk ATP yang juga biasa digunakan organisme untuk melakukan berbagai aktivitasnya.

Perbedaan antara katabolisme dengan anabolisme adalah:

  1. Katabolisme membebaskan energi, sedangkan anabolisme menggunakan energi.
  2. Katabolisme Merombak molekul-molekul Kompleks, sedangkan anabolisme Merombak molekul-molekul Sederhana
  3. Katabolisme Membangun molekul-molekul sedeharna, sedangkan anabolisme Membangun molekul-molekul kompleks

Katabolisme, pada intinya melibatkan penghancuran molekul kompleks dan melepaskan energi untuk digunakan tubuh. Proses anabolik adalah kebalikan dari katabolisme karena melibatkan penciptaan molekul yang lebih besar dan kompleks dari molekul yang lebih kecil dan lebih sederhana. Ini biasanya disimpan oleh tubuh untuk digunakan di masa depan.

Apa itu anabolisme

Anabolisme adalah mengubah senyawa anorganik menjadi senyawa organik, menyusun (sintesis) molekul sederhana menjadi kompleks dan menggunakan ATP.

Anabolisme adalah merupakan sesuatu yang merujuk kepada lintasan metabolisme yang menyusun beberapa senyawa organik sederhana menjadi senyawa kimia atau molekul kompleks. Proses ini membutuhkan energi dari luar. Energi yang digunakan dalam reaksi ini dapat berupa energi cahaya ataupun energi kimia.

Energi tersebut, selanjutnya digunakan untuk mengikat senyawa-senyawa sederhana tersebut menjadi senyawa yang lebih kompleks. Jadi, dalam proses ini energi yang diperlukan tersebut tidak hilang, tetapi tersimpan dalam bentuk ikatan-ikatan kimia pada senyawa kompleks yang terbentuk.

Anabolisme adalah meliputi tiga tahapan dasar.

  • Pertama, produksi prekursor seperti asam amino, monosakarida, dan nukleotida.
  • Kedua, adalah aktivasi senyawa-senyawa tersebut menjadi bentuk reaktif menggunakan energi dari ATP.
  • Ketiga, penggabungan prekursor tersebut menjadi molekul kompleks, seperti protein, polisakarida, lemak, dan asam nukleat.

Anabolisme yang menggunakan energi cahaya dikenal dengan fotosintesis, sedangkan anabolisme yang menggunakan energi kimia dikenal dengan kemosintesis.

Hasil-hasil anabolisme berguna dalam fungsi yang esensial. Hasil-hasil tersebut misalnya glikogen dan protein sebagai bahan bakar dalam tubuh, asam nukleat untuk pengkopian informasi genetik. Protein, lipid, dan karbohidrat menyusun struktur tubuh makhluk hidup, baik intraselular maupun ekstraselular. Bila sintesis bahan-bahan ini lebih cepat dari perombakannya, maka organisme akan tumbuh

Perbedaan antara Anabolisme dan Katabolisme

Anabolisme adalah terdiri dari:

  1. Fotosintesis (anabolisme karbohidrat), adalah proses anabolisme yang menggunakan cahaya sebagai sumber energi.
  2. Kemosintesis, adalah proses anabolisme yang menggunakan senyawa kimia sebagai
    sumber energi.

Fungsi dan proses anabolisme

Anabolisme adalah bagian dari proses metabolisme konstruktif. Hal ini berhubungan dengan fungsi anabolisme sebagai pembangun sel-sel baru, menjaga kesehatan jaringan di dalam tubuh, serta menyimpan energi untuk penggunaan di kemudian hari.

Fungsi anabolisme lainnya adalah mengubah molekul kecil menjadi bentuk yang lebih kompleks, seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Untuk melakukan tugasnya ini, proses anabolisme melibatkan hormon tertentu, seperti:

Peranan Hormon pada Reaksi Anabolisme

  • Insulin: hormon yang dibuat di pankreas dan bertugas mengatur level glukosa di dalam darah. Tanpa kehadiran insulin, tubuh tidak akan bisa menyerap glukosa.
  • Hormon pertumbuhan: hormon yang dibuat di kelenjar pituitari dan berfungsi merangsang pertumbuhan tubuh manusia.
  • Testosteron: hormon yang memengaruhi karakteristik pada pria, misalnya suara yang lebih berat, tumbuhnya bulu di rambut (kumis dan jenggot), hingga kondisi otot dan tulang yang lebih kuat.
  • Estrogen: hormon ini terdapat pada pria dan wanita dan berperan membangun karakteristik wanita, misalnya pertumbuhan payudara. Hormon ini juga bertugas menguatkan massa tulang.
Estrogen

Estrogen adalah hormon wanita yang diproduksi di dalam ovarium (dan plasenta selama kehamilan). Hormon estrogen bertanggung jawab dalam memperkuat jaringan tulang, mengembangkan karakteristik bentuk tubuh perempuan, seperti payudara, berperan dalam penebalan jaringan di rahim (endometrium), dan mengatur siklus menstruasi.

Dalam jumlah kecil, estrogen juga diproduksi di jaringan lemak dan otot. Ini adalah sumber utama estrogen pada wanita yang telah melalui masa menopause. Pria juga memproduksi hormon estrogen, namun jumlahnya lebih sedikit.

Testosteron.

Testosteron adalah hormon laki-laki yang diproduksi di testis. Testosteron menyebabkan terbentuknya sperma dan perkembangan karakteristik seks pria, seperti suara yang lebih berat, otot yang lebih besar, dan pertumbuhan rambut di wajah serta tubuh. Hormon testosteron memainkan peran penting di seluruh tubuh karena berdampak kepada otak, tulang serta massa otot, distribusi lemak, sistem pembuluh darah, tingkat energi, serta organ dan fungsi seksual.

Tidak hanya pada pria, hormon testosteron juga diproduksi dalam tubuh wanita, namun jumlahnya lebih sedikit. Pada wanita, hormon ini diproduksi di dalam ovarium.

Fungsi Reaksi Anabolisme di dalam Tubuh

Anabolisme memungkinkan tubuh untuk membangun atau menumbuhkan sel-sel baru dan memelihara jaringan tubuh. Proses ini menggunakan energi yang dihasilkan reaksi katabolisme, dan dipengaruhi oleh berbagai hormon dan enzim untuk membentuk dan memperbaiki sel dan jaringan. Contoh proses anabolisme antara lain adalah pertumbuhan dan mineralisasi tulang, serta peningkatan massa otot.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *