Bagaimana Proses Reproduksi Vertebrata ?

Hewan vertebrata yaitu hewan yang bertulang belakang. Memiliki struktur tubuh yang jauh lebih sempurna dibandingkan dengan hewan Invertebrata. Hewan vertebrata memiliki tali yang merupakan susunan tempat terkumpulnya sel-sel saraf dan memiliki perpanjangan kumpulan saraf dari otak. Tali ini tidak di memiliki oleh yang tidak bertulang punggung.

Proses reproduksi vertebrata adalah membutuhkan banyak sekali peristiwa yang diatur secara tepat — khususnya, produksi oosit ibu, produksi ayah dari sperma, pemupukan yang sukses, dan inisiasi pembelahan sel embrio awal. Proses-proses ini diatur oleh sejumlah sinyal jalur. Jalur pensinyalan protein dan fosfatase yang melibatkan Mos, CDK1, RSK, dan PP2A mengatur meiosis selama pematangan oosit. Sinyal steroid — khususnya testos- terone-mengatur spermatogenesis, seperti halnya signaling oleh G-protein-coupled hormone recep- tors. Akhirnya, pensinyalan kalsium sangat penting untuk kedua motilitas sperma dan pemupukan. Sama sekali, simfoni signaling ini memastikan produksi keturunan yang layak, menawarkan kesempatan keabadian genetis.

Reproduksi seksual pada vertebrata diawali dengan perkawinan yang diikuti dengan terjadinya fertilisasi. Fertilisasi tersebut kemudian menghasilkan zigot yang akan berkembang menjadi embrio.

Reproduksi pada Hewan Vertebrata

Ovipar (Bertelur), setelah sel gamet jantan dan betina melakukan fertilisasi, embrio akan berkembang dalam telur dan dilindungi oleh cangkang. Embrio mendapat makanan dari cadangan makanan yang ada di dalam telur. Telur dikeluarkan dari tubuh induk betina lalu dierami hingga menetas menjadi anak. Ovipar terjadi pada ikan, burung dan beberapa jenis reptil.

Vivipar (Beranak), setelah sel telur dan sel sperma melakukan fertilisasi, embrio berkembang dan mendapatkan makanan dari dalam uterus (rahim) induk betina. Setelah anak siap untuk dilahirkan, anak akan dikeluarkan melewati vagina induk betinanya. Contoh hewan vivipar adalah kelompok mamalia (hewan yang menyusui), misalnya kelinci dan kucing.

Reproduksi Vertebrata

Ovovivipar (Bertelur dan Beranak), setelah sel telur dan sel sperma melakukan fertilisasi embrio akan berkembang di dalam telur, tetapi telur tersebut masih tersimpan di dalam tubuh induk betina. Embrio mendapat makanan dari cadangan makanan yang berada di dalam telur. Setelah cukup umur, telur akan pecah di dalam tubuh induknya dan anak akan keluar dari vagina induk betinanya. Contoh hewan ovovivipar adalah kelompok reptil (kadal), beberapa jenis ikan pari, dan beberapa jenis ikan hiu

Reproduksi vertebrata pada umumnya sama, tetapi karena tempat hidup, perkembangan anatomi, dan cara hidup yang berbeda menyebabkan adanya perbedaan pada proses fertilisasi. Misalnya hewan akuatik pada umumnya melakukan fertilisasi di luar tubuh (fertilisasi eksternal) contohnya hewan dari kelompok pisces dan amfibi, sedangkan hewan darat melakukan fertilisasi di dalam tubuh (fertilisasi internal) contohnya hewan dari kelompok reptil, aves dan mamalia.  Bagi hewan yang melakukan fertilisasi internal dilengkapi dengan adanya organ kopulatori, yaitu suatu organ yang berfungsi menyalurkan sperma dari organisme jantan ke betina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *