Jelaskan Bagaimana Serangga Bernapas ?

Serangga benapas adalah dengan memakai sistem trakea, sistem tabung yang memiliki banyak percabangan di dalam tubuh, menghantarkan oksigen langsung ke dalam sel-sel tubuh dan membuang limbah karbondioksida.

Pada dasarnya serangga adalah mempunyai alat pernapasan yang dinamakan trakea. Serangga ini merupakan salah satu kajian dalam ilmu biologi.

Di sepanjang sisi thorax (dada) dan perut serangga, deretan lubang kecil yang disebut spiracle (spirakel), memungkinkan asupan oksigen dari luar. Sebagian besar serangga memiliki sepasang spirakel per segmen tubuh.

Flap atau katup kecil menjaga spiracle tertutup sampai ada kebutuhan untuk pengambilan oksigen dan pembuangan karbon dioksida. Ketika otot-otot mengendalikan katup-katup rileks, katup terbuka dan serangga pun mengambil nafas.

Apa itu trakea ?

Trakea adalah pembuluh-pembuluh halus berbentuk tabung yang bercabang dan memenuhi seluruh bagian tubuh serangga. Dinding trakea tersusun dari zat kitin. Trakea terhubung dengan lubang-lubang kecil bernama stigma atau spirakel yang berfungsi sebagai tempat keluar masuknya udara.

Trakea adalah bagian dari tenggorokan. Bila pada manusia, Trakea adalah tabung yang membawa udara ke paru-paru, yang biasa disebut batang tenggorokan. Trakea adalah tabung karet yang menghubungkan hidung dan mulut ke paru-paru, dan merupakan bagian penting dari sistem pernapasan vertebrata.

Stigma terletak berpasangan di sisi bagian kanan dan kiri setiap segmen tubuh serangga. Namun, tidak semua serangga memiliki stigma di setiap segmen tubuhnya (hanya beberapa bagian segmen saja). Stigma memiliki bulu-bulu yang berfungsi untuk menyaring debu dan kotoran. Stigma juga dapat terbuka dan tertutup karena adanya katup-katup (valve) yang diatur oleh otot. Umumnya, stigma akan terbuka saat serangga terbang dan tertutup saat sedang beristirahat.

Serangga juga punya kantong udara, ini terbentuk dari trakea dan berfungsi untuk menjaga persediaan udara. Terutama bagi organ-organ yang banyak membutuhkan oksigen.

Apa itu Trakeolus

Trakeolus adalah cabang-cabang trakea yang bentuknya kompleks dan tipis. Trakeolus berhubungan langsung dengan sel-sel jaringan tubuh dan tidak dilapisi oleh zat kitin. Trakeolus ini berisi udara dan juga cairan. Di trakeolus, terjadi proses difusi antara gas O2 dengan CO2. Nah, cairan tadi berguna untuk membasahi trakeolus agar proses difusi O2 berjalan lancar. Oleh karena itu, pada serangga, oksigen tidak diedarkan melalui darah, melainkan sistem trakea.

Mekanisme Pernapasan Serangga

Mekanisme pernapasan serangga yang memiliki ukuran besar pengaturannya oleh gerakan otot perut (abdomen), sedangkan pernapasan serangga berukuran kecil dapat berjalan tanpa adanya gerakan tersebut. Gerakan otot ini berfungsi untuk mengatur dan menjaga jumlah udara yang masuk ke dalam tubuh.

Saat otot katup stigma berelaksasi, stigma akan terbuka dan udara akan masuk melalui empat pasang stigma tubuh bagian depan. Proses ini bisa kita sebut sebagai awal fase inspirasi. Udara yang mengandung oksigen kemudian bergerak menuju trakea, lalu dialirkan ke trakeolus. Di sana, udara mengalami proses difusi dan pertukaran gas dari O2 menjadi CO2.

Gerakan otot perut (abdomen) yang seperti memompa (kontraksi-relaksasi) akan membantu mengatur aliran udara di dalam tubuh. Jika abdomen berelaksasi, maka trakea akan berukuran normal. Hal ini menyebabkan tekanan udara di dalam tubuh serangga lebih kecil dibandingkan dengan tekanan udara di luar. Akibatnya, oksigen akan diserap masuk ke dalam trakea.

Sebaliknya, jika abdomen berkontraksi, maka trakea akan memipih dan udara yang mengandung karbon dioksida dalam tubuh akan dikeluarkan. Udara kotor ini akan keluar melalui enam pasang stigma tubuh bagian belakang. Otot katup stigma akan berkontraksi dan stigma akan tertutup (berakhirnya fase ekspirasi).

Serangga

seperti halnya yang terjadi pada burung, ketika serangga terbang, mereka membutuhkan lebih banyak O2 dibandingkan saat beristirahat. Otot-otot yang menggerakkan sayap akan membuat kantong udara mengembang dan mengempis untuk menjaga ketersediaan udara saat terbang. Oh iya, ada satu fakta menarik terkait serangga.

Oleh karena saluran pernapasan serangga terletak di bagian tubuhnya, memotong bagian kepala serangga tidak akan membuat mereka langsung mati, loh. Proses pernapasan masih tetap berjalan. Namun, lama-kelamaan, mereka juga akan mati karena kelaparan atau kehausan. 

Apa itu serangga ?

Serangga adalah salah satu kelas avertebrata di dalam filum arthropoda yang memiliki exoskeleton berkitin, bagian tubuhnya terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kepala, thorax, dan abdomen), tiga pasang kaki yang terhubung ke thorax, memiliki mata majemuk, dan sepasang antena. Serangga termasuk salah satu kelompok hewan yang paling beragam, mencakup lebih dari satu juta spesies dan menggambarkan lebih dari setengah organisme hidup yang telah diketahui.

Jumlah spesies yang masih ada diperkirakan antara enam hingga sepuluh juta dan berpotensi mewakili lebih dari 90% bentuk kehidupan hewan yang berbeda-beda di bumi. Serangga dapat ditemukan di hampir semua lingkungan, meskipun hanya sejumlah kecil yang hidup di lautan, suatu habitat yang didominasi oleh kelompok arthropoda lain, krustasea.

Habitat Serangga

Kebanyakan serangga adalah terestrial atau hidup di darat, tetapi ada jenis serangga tertentu yang hidupnya akuatik atau hidup di air, misalnya: water strider (Gerridae), dan kumbang air (Noteridae).