Apa Saja Sifat-sifat Logam ?

Isi

Logam tampak berkilau (di bawah patina apa pun); membentuk campuran (paduan) bila dikombinasikan dengan logam lain; cenderung kehilangan atau berbagi elektron ketika mereka bereaksi dengan zat lain; dan masing-masing membentuk setidaknya satu oksida yang didominasi basa.

Sifat logam ialah:

  1. Konduktivitas listrik dan termal logam berasal dari fakta bahwa elektron terluarnya terdelokalisasi.
  2. Logam dapat dilihat sebagai kumpulan atom yang tertanam di lautan elektron, yang sangat mobile.
  3. Logam biasanya cenderung membentuk kation melalui kehilangan elektron, bereaksi dengan oksigen di udara untuk membentuk oksida dalam berbagai rentang waktu: misalnya, besi berkarat selama bertahun-tahun, sementara kalium terbakar dalam hitungan detik.
  4. Logam biasanya lunak dan ulet, berubah bentuk di bawah tekanan tanpa membelah, dan mereka juga mengkilap dan berkilau.

Sebagian besar logam terlihat seperti keperakan, kepadatan tinggi, padatan yang relatif lunak dan mudah terdeformasi dengan konduktivitas listrik dan termal yang baik, struktur yang padat, energi ionisasi rendah dan keelektronegatifan, dan ditemukan secara alami dalam keadaan gabungan. Beberapa logam tampak berwarna (Cu, Cs, Au), memiliki kepadatan rendah (misalnya Be, Al) atau titik leleh yang sangat tinggi, adalah cairan pada atau dekat suhu kamar, rapuh (misalnya Os, Bi), tidak mudah dikerjakan dengan mesin (misalnya Ti , Re), atau bersifat mulia (sulit dioksidasi) atau memiliki struktur nonlogam (Mn dan Ga secara struktural analog dengan, masing-masing, P putih dan I).

Logam

Logam terdiri dari sebagian besar elemen, dan dapat dibagi lagi menjadi beberapa kategori berbeda. Dari kiri ke kanan dalam tabel periodik, kategori ini termasuk logam alkali yang sangat reaktif; logam alkali tanah, lantanida, dan aktinida radioaktif yang kurang reaktif; logam transisi pola dasar, dan logam pasca-transisi yang lemah secara fisik dan kimia. Subkategori khusus seperti logam refraktori dan logam mulia juga ada.

Logam dapat merujuk pada elemen, senyawa, atau paduan yang merupakan konduktor yang baik untuk listrik dan panas. Contoh logam termasuk emas, natrium, tembaga, besi, dan banyak elemen lainnya. Logam biasanya lunak, ulet, dan mengkilap.

Kepadatan Logam

Logam biasanya terdiri dari atom-atom padat, yang berarti bahwa atom-atomnya tersusun seperti bola-bola yang rapat. Dalam logam, atom mudah kehilangan elektron untuk membentuk ion positif (kation). Ion-ion itu dikelilingi oleh elektron yang tidak terlokalisasi, yang bertanggung jawab atas konduktivitas. Padatan yang dihasilkan disatukan oleh interaksi elektrostatik antara ion dan awan elektron, yang disebut ikatan logam.

Logam mengkilap dan berkilau dengan kepadatan tinggi. Mereka memiliki titik leleh dan titik didih yang sangat tinggi karena ikatan logam sangat kuat, sehingga atom-atom enggan memecah menjadi cairan atau gas.

Konduktivitas Logam

Logam pada umumnya bersifat konduktif, dengan konduktivitas listrik yang tinggi dan konduktivitas termal yang tinggi. Biasanya mereka lunak dan ulet, berubah bentuk di bawah tekanan tanpa membelah. Sebagai contoh, memukul logam dengan palu akan “merusak” logam, bukan menghancurkannya menjadi berkeping-keping. Konduktivitas listrik dan termal logam berasal dari fakta bahwa elektron terluarnya terdelokalisasi. Ini berarti elektron tidak terkunci pada satu atom tetapi dapat bergerak bebas di seluruh logam. Logam dapat dilihat sebagai kumpulan atom yang tertanam di lautan elektron, yang sangat mobile. Ini sangat berperan dalam konduktivitas logam.

Logam biasanya cenderung membentuk kation melalui kehilangan elektron. Contohnya adalah reaksi dengan oksigen di udara untuk membentuk oksida dalam berbagai rentang waktu (zat besi berkarat selama bertahun-tahun, sementara kalium terbakar dalam hitungan detik). Logam transisi (seperti besi, tembaga, seng, dan nikel) lebih lambat teroksidasi karena mereka membentuk lapisan oksida pasif yang melindungi bagian dalam. Lainnya, seperti paladium, platinum, dan emas, tidak bereaksi dengan atmosfer sama sekali.

Beberapa logam membentuk lapisan penghalang oksida di permukaannya, yang tidak dapat ditembus oleh molekul oksigen lebih lanjut. Hasilnya, mereka mempertahankan penampilan mengkilap dan konduktivitas yang baik selama beberapa dekade (seperti aluminium, magnesium, beberapa baja, dan titanium).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *