Apakah Perbedaan Biji Monokotil dan Dikotil

Tumbuhan bisa dibagi menjadi dua klasifikasi yaitu dikotil dan monokotil. Ada perbedaan antara biji monokotil dan biji dikotil, salah satunya adalah biji monokotil memiliki embrio dengan kotiledon tunggal, dan biji dikotil memiliki embrio dengan dua kotiledon.

Dan untuk lebih jelasnya lagi silah simak uraian berikut ini. Biji (bahasa Latin:semen) adalah bakal biji (ovulum) dari tumbuhan berbunga yang telah masak.

Biji dapat terlindung oleh organ lain (buah, pada Angiospermae atau Magnoliophyta) atau tidak (pada Gymnospermae). Dari sudut pandang evolusi, biji merupakan embrio atau tumbuhan kecil yang termodifikasi sehingga dapat bertahan lebih lama pada kondisi kurang sesuai untuk pertumbuhan. (Lihat pergiliran keturunan).

Dengan demikian biji telah memperlihatkan diri sebagai perkembangan penting dalam reproduksi dan pemencaran Spermatophyta (tumbuhan berbunga atau tumbuhan berbiji; bahasa Yunani: sperma biji, phyton tumbuhan); dibandingkan dengan tanaman yang lebih primitif seperti lumut, lumut hati dan pakis, yang tidak memiliki biji dan menggunakan cara lain untuk menyebarkan diri. Ini tampak pada kenyataan bahwa tumbuhan berbiji mendominasi relung-relung biologi sejak dari padang rumput hingga ke hutan, baik di wilayah tropis maupun daerah beriklim dingin.

Biji Monokotil

Biji monokotil hanya memiliki satu kotiledon, yang panjang dan tipis. Embrio biji ini umumnya berbentuk oval, dan sebagian besar yang tersisa adalah endosperm, yang dilapisi oleh lapisan yang disebut ‘ lapisan aleuron ‘. Endosperma kaya pati dan memelihara embrio sampai menemukan tempat yang tepat untuk berkecambah. Beberapa contoh biji monokotil adalah jagung, beras, gandum, kelapa, rumput, dll.

Struktur Biji Monokotil

  • Koleoptil = bagian yang melindungi plumula
  • Plumula = calon daun
  • Radikula = bagian ujung pangkal/calon akar
  • Koleoriza = bagian yang melindungi radikula
  • Skutelum = alat penyerap cadangan makanan
  • Endosperma = cadangan makanan

Biji Dikotil

Biji dikotil berisi dua kotiledon, yang tebal dan berdaging. Kotiledon bertanggung jawab untuk penyerapan nutrisi dari endosperma sebelum perkecambahan biji. Beberapa contoh umum dari biji dikotil adalah ercis, buncis, kacang tanah, apel, dll. Setiap biji dikotil memiliki kulit biji yang unik, yang menyediakan penampilan yang khas.

Testa adalah lapisan luar kulit biji, yang melindungi biji dari kerusakan dan mencegah dari kekeringan. Tegmen adalah lapisan tipis terletak di samping testa. Tegmen melindungi bagian dalam biji. Hilus adalah daerah di mana biji itu ditempelkan ke dinding ovarium. Dekat hilus, ada pori kecil, yang disebut mikropil, di mana air masuk ke biji. Selain itu, mikropil juga memungkinkan difusi gas pernapasan selama perkecambahan.

Struktur Biji Dikotil

  • Kulit biji = bagian yang melapisi seluruh biji
  • Plumula = calon daun
  • Epikotil = terdapat di atas pangkal/batang
  • Hipokotil = bagian pangkal/batang
  • Radikula = terdapat pada ujung pangkal/calon akar
  • Kotiledon = cadangan makanan

Perbedaan Biji Monokotil dan Dikotil

  1. biji monokotil berisi satu kotiledon sementara biji dikotil berisi dua kotiledon.
  2. kotiledon biji monokotil umumnya panjang dan tipis, sedangkan kotiledon biji dikotil tebal dan berdaging.
  3. Embrio biji dikotil besar sedangkan biji monokotil kecil.
  4. Biji dikotil berisi bulu kecil besar dan dilipat daun bulu kecil, sedangkan biji monokotil berisi bulu kecil sangat kecil dan digulung daun bulu kecil.
  5. hilus dan mikropil biji dikotil terlihat jelas sedangkan biji monokotil tidak terlihat.
  6. Apel Custard dan opium biji adalah contoh untuk biji dikotil bersifat zat putih telur (albuminou) sementara sereal, jawawut, dan biji sawit adalah beberapa contoh untuk biji monokotil albiuminou.
  7. Gram, ercis, mangga dan biji sawi adalah beberapa contoh biji dikotil exalbuminou, sedangkan anggrek adalah contoh biji monokotil exalbuminous.

Ciri-ciri tumbuhan dikotil ini adalah sebagai berikut :

  • Memiliki Biji Berkeping Dua, Tumbuhan ini memiliki biji dengan bentuk keping dua dan biasanya biji ini ada di tanaman yang memiliki bunga. Sealnjutnya tubuhan ini akan mengalami sebuah proses percambhana yang menghasilkan kotiledon.
  • Memiliki Akar Tunggang,  Akar ini biasanya berbentuk seperti serabut yang cukup banyak dengan ukurannya yang besar. Akar ini nantinya yang akan meresap air di dalam tanah. Dari akar ini akan menyebarkan makanan ke seluruh bagian tumbuhan dengan menggunakan pengangkut xilem dan floem.
  • Tidak Mempunyai Tudung Akar, tudung akar adalah sebuah bagian yang akan melindungi akar dari banyak gangguan. Ini berfungsi pencegah terjadinya tembusan tanah pada akar sehingga akar akan tetap menjalar tanpa adanya sebuah kerusakan. Perkembangan strukstur sel yang akan membentuk organ pada akar di sebut dengan tudung akar.
  • Memiliki Daun Menjari Atau Menyirip, Daun tumbuhan ini biasanya akan terbentuk seerti menyirip atau berjari – jari.
  • Memiliki Akar & Batang Yang Besar, Tumbuhan ini biasanya akan memiliki batang dan akar yang lebih besar dari pada tumbuhan lainnya. untuk penyaluran zat biasnaya di gunakan pengangkut xilem dan floem.  Hal ini akan membuat batang dan akar yang besar karena makanan dapat di sebarkan dengan baik.
  • Memiliki Kambium Pada Batang, Bagian ini meupakan sebuah lapisan darin jaringan yang aktif yang ada pada pembuluh  xilem dan floem. Adapun bagian ini memiliki 2 bagian di antaranya kabium veskuler dan gabus.
  • Memiliki Dua, Empat, Atau Lima Kelipatan Bunga, Tumbuhan ini memiliki 2 hingga lima lipatan pada bungannya. Yang mana pada setiap kelopak terdapat dua hingga lima helai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *