Contoh Soal Essay Reduktor dan Oksidator Beserta Jawabannya

Selamat berjumpa kembali kawan-kawan, untuk pembahasan kali ini akan diuraiakan mengenai contoh soal essay tentang reduktor dan oksidator. Semoga contoh soal mengenai reduktor dan oksidator ini memberikan manfaat banyak untuk kalian semua.

Soal No. 1. Kelompokkan pereaksi-pereaksi berikut ke dalam oksidator dan reduktor.
a. 4Cu(s) + O2(g) → 2Cu2O(s)
b. 2Na(s) + H2(g) → 2NaH(s)

Jawaban No. 1:
4Cu → 4Cu++ 4e (reduktor)
O2 + 4e → 2O2– (oksidator)
2Na → 2Na+ + 2e (reduktor)
H2 + 2e → 2H (oksidator)
Soal No. 2. Tentukan reduktor dan oksidator, hasil oksidasi, dan hasil reduksi pada reaksi redoks berikut ini:

2KMnO4 + 5H2C2O4 + 3H2SO4 → K2SO+ 2MnSO4 + 10CO2 + 8H2O

2KMnO4 + 5H2C2O4 + 3H2SO4 → K2SO+ 2MnSO4 + 10CO2 + 8H2O

Jawaban No. 2: Biloks C naik dari +3 (pada H2C2O4) menjadi +4 (pada CO2)
Biloks Mn turun dari +7 (pada KMnO4) menjadi +2 (pada MnSO4)
⇒ Oksidator = biloks turun = mengalami reduksi = KMnO4
⇒ Reduktor = biloks naik = mengalami oksidasi = H2C2O4
⇒ Hasil oksidasi = CO2
⇒ Hasil reduksi = MnSO4

Soal No. 3. Tentukan reduktor, oksidator, hasil oksidasi, dan hasil reduksi pada reaksi redoks berikut ini:  Cu + 4HNO3 → Cu(NO3)2 + 2NO2 + 2H2O

Jawaban No. 3:Tentukan bilangan oksidasi unsur-unsurnya terlebih dahulu :
⇒ Biloks Cu pada Cu = 0, biloks Cu pada Cu(NO3)2 = +2
⇒ Biloks N pada HNO3 = +5, biloks N pada NO2 = +4
⇒ Biloks H pada HNO3 = +1, biloks H pada H2O
= +1
⇒ Biloks O pada HNO3, Cu(NO3)2, 2NO2 dan 2H2O
= +2
Dari hasil di atas terlihat bahwa hanya Cu dan N yang mengalami perubahan bilangak oksidasi. Cu mengalami kenaikan bilangan oksidasi dari 0 menjadi +2, sedangkan N mengalami penurunan bilangan oksidasi dari  +5 menjadi +4.

Dengan begitu diperoleh :
⇒ Oksidator = biloks turun = mengalami reduksi =  HNO3
⇒ Reduktor = biloks naik = mengalami oksidasi = Cu
⇒ Hasil oksidasi = Cu(NO3)2
⇒  hasil reduksi = NO2

Keterangan :
Berikut ini cara menentukan bilangan oksidasi unsur Cu dan N.
Pada Cu → ingat bahwa biloks unsur bebas = 0
Cu(NO3)2  → Cu2+ + NO3
Dari  Cu2+ = +2, maka diperoleh biloks Cu pada = +2.

HNO3 → H+ + NO3
Dari NO3 = -1
⇒ biloks N + 3 biloks O = -1
⇒ biloks N + 3 (-2) = -1
⇒ biloks N – 6 = -1
⇒ biloks N = +5
Jadi, biloks N pada HNO3  = +5.

Dari NO2 = 0
⇒ biloks N + 2 biloks O = 0
⇒ biloks N + 2 (-2) = 0
⇒ biloks N -4 = 0
⇒ biloks N = +4

Jadi, biloks N pada NO2  = +4.

Soal No. 4. Tentukan reduktor, oksidator, hasil oksidasi, dan hasil reduksi pada reaksi redoks berikut ini:

2CuSO4 + 4KI → 2CuI + I2 + 3 K2SO4

2CuSO4 + 4KI → 2CuI + I2 + 3 K2SO4

Jawaban No. 4: Biloks Cu turun dari +2 (pada CuSO4) menjadi +1 (pada CuI).
Biloks I naik dari -1 (pada KI) menjadi 0 (pada I2).
⇒ Oksidator = biloks turun = mengalami reduksi = CuSO4
⇒ Reduktor = biloks naik = mengalami oksidasi = KI
⇒ Hasil oksidasi =  I2
⇒ Hasil reduksi = CuI

Soal No. 5. Tentukan reduktor, oksidator, hasil oksidasi, dan hasil reduksi pada reaksi redoks berikut ini:

Mg + 6HNO3 + 7H2 → Mg(NO3)2 + 2NH4NO3 + 6H2O

Mg + 6HNO3 + 7H2 → Mg(NO3)2 + 2NH4NO3 + 6H2O

Jawaban No. 5: Mari tentukan biloks pada masing-masing zat.
Perubahan biloks Mg.
⇒ biloks Mg = 0
Pada Mg(NO3)2 → Mg+2 + NO3
⇒ biloks Mg = +2, N = +5, O = -2.Perubahan biloks N.
Pada HNO3 → H+ + NO3

⇒ biloks H = +1, N = +5 (Perhitungan seperti di atas), O = -2.
Pada NH4NO3 → NH4+ + NO3
Dari NH4+ = +1
⇒ biloks N + 4 biloks H = +1
⇒ biloks N + 4 (+1) = +1
⇒ biloks N + 4 = +1
⇒ biloks N = +1 – 4
⇒ biloks N = -3.Perubahan biloks H.
Pada H2 = 0
⇒ biloks H = 0
Pada  H2O = 0
⇒ biloks H = +1 dan O = -2.

Dari penjabaran di atas, hanya H, Mg, dan N yang mengalami perubahan bilangan oksidasi. Mg naik dari 0 menjadi +2, H naik dari 0 menjadi +1, dan N turun dari +5 menjadi -3. Maka diperoleh :
⇒ Oksidator = biloks turun = mengalami reduksi = N
⇒ Reduktor = biloks naik = mengalami oksidasi = Mg dan H2
⇒ Hasil oksidasi = Mg(NO3)2 dan H2O
⇒ Hasil reduksi = NH4NO3

Soal No. 6: Tentukan Oksidator dan Reduktor dalam reaksi redoks berikut:
Cl2 (aq) + 2Br- (aq) → 2Cl- (aq) + Br2 (aq)

Jawaban No. 6: Setengah reaksi oksidasi:
2Br (aq) → Br2 (aq)
Perubahan biloks Br dari -1 menjadi 0

Setengah reaksi reduksi:
Cl2 (aq) → 2Cl (aq)
Perubahan biloks Cl dari 0 menjadi -1

Br kehilangan atau melepaskan satu elektron; hal ini berarti teroksidasi dari Br ke Br2, sehingga Br adalah reduktor.
Cl2 menerima satu elektron; hal itu berarti tereduksi dari Cl2 menjadi 2 Cl, sehingga Cl2 adalah zat pengoksidasi (oksidator).

Soal No. 7. Tentukan reduktor, oksidator, hasil oksidasi, dan hasil reduksi pada reaksi redoks berikut ini:

2KClO3 + 3S → 2KCl + 3SO2

2KClO3 + 3S → 2KCl + 3SO2

Jawaban No. 7: Biloks  S naik dari 0 (pada S) menjadi +4 (pada SO2).
Biloks Cl turn dari +5 (pada KClO3) menjadi -1 (pada KCl).
⇒ Oksidator = biloks turun = mengalami reduksi = KClO3
⇒ Reduktor = biloks naik = mengalami oksidasi = S
⇒ Hasil oksidasi = SO2
⇒ Hasil reduksi = KCl

Soal No. 8. Menentukan bilangan oksidasi. Tentukan bilangan oksidasi atom yang dicetak tebal  pada zat/spesi di bawah ini!

  1. Fe2O3
  2. Cu(NO3)2
  3. S2O32-
  4. Cr2O72-

Jawaban No. 8
a.       Fe2O3      : Bilangan oksidasi senyawa netral = 0

bilangan oksidasi (b.o.) atom O = -2

( 2 x b.o. Fe ) + ( 3 x b.o. O ) = 0

( 2 x b.o. Fe ) + ( 3 x -2 ) = 0

( 2 x b.o. Fe )  = +6

( b.o. Fe ) = +3

  1.  Cu(NO3)2   :terdiri atas ion Cu2+ dan 2 ion NO3. Biloks ion mono atomik = muatannya. Muatan ion  Cu2+ adalah 2+ jadi biloks Cu dalam senyawa ini = +2

Untuk ion NO3

Jumlah total biloks = -1

bilangan oksidasi (b.o.) atom O = -2

( b.o. N ) + ( 3 x b.o. O ) = -1

( b.o. N ) + ( 3 x -2 ) = -1

( b.o. N ) = +5

  1. S2O32-     : jumlah total biloks = -2

bilangan oksidasi (b.o.) atom O = -2

( 2 x b.o. S ) + ( 3 x b.o. O ) = -2

( 2 x b.o. S ) + ( 3 x -2 ) = -2

( b.o. S ) = +2

  1. Cr2O72-   : jumlah total biloks = -2

bilangan oksidasi (b.o.) atom O = -2

( 2 x b.o. Cr ) + ( 7 x b.o. O ) = -2

( 2 x b.o. Cr ) + ( 7 x -2 ) = -2

( b.o. Cr ) = +6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *