Faktor abiotik yang mempengaruhi ekosistem lahan basah

 Air 

Pergerakan, distribusi dan kualitas air merupakan faktor utama yang mempengaruhi struktur dan fungsi lahan basah. Untuk diklasifikasikan sebagai lahan basah, keberadaan air harus berkontribusi pada pembentukan tanah hidrik, yang terbentuk dalam kondisi banjir atau jenuh yang bertahan cukup lama untuk pengembangan kondisi anaerobik selama musim tanam. Kondisi air di lahan basah dapat sangat bervariasi sehubungan dengan waktu dan durasi genangan air permukaan, serta pola genangan musiman. 

Untuk sebagian besar lahan basah, sumber input (curah hujan, aliran permukaan, aliran air tanah, pasang surut) dan output (evapotranspirasi, aliran permukaan, aliran air tanah, pasang surut) berubah seiring waktu. Banjir yang sering terjadi dapat mempengaruhi fisiokimia lahan basah dalam beberapa cara. Air dapat memasukkan atau menghilangkan sedimen, garam, nutrisi, atau bahan lain dari lahan basah, yang mempengaruhi kimia tanah dan air. Kondisi anaerobik yang tercipta di bawah kondisi tergenang atau tergenang ini sering membatasi laju dekomposisi, sehingga mendorong akumulasi bahan organik di dalam tanah, dan dapat mengubah reaksi reduksi oksidasi yang mengontrol transformasi nutrisi di lahan basah.     

ketersediaan oksigen 

Banjir atau kejenuhan tanah lahan basah oleh air menyebabkan pembentukan kondisi anaerobik karena oksigen terkuras lebih cepat daripada yang dapat digantikan oleh difusi. Laju kehilangan oksigen di tanah yang tergenang dapat bervariasi tergantung pada kondisi tanah lainnya, seperti suhu dan laju respirasi mikroba. Di sebagian besar lahan basah, lapisan tanah kecil yang teroksidasi dapat bertahan di permukaan atau di sekitar akar tanaman vaskular, tetapi secara umum, kondisi anaerobik atau tereduksi terjadi. 

Prevalensi kondisi anaerobik di lahan basah memiliki dampak yang luar biasa pada biogeokimia mereka, dengan implikasi penting untuk transformasi karbon, nitrogen, fosfor, besi, mangan, dan belerang. Lahan basah dapat berfungsi sebagai sumber, penyerap, atau transformator bahan-bahan ini, tergantung pada input, output, dan laju siklus internal. Salah satu siklus biogeokimia yang paling penting di lahan basah adalah siklus nitrogen, dan sementara potensi transformasi tidak unik untuk lahan basah, prevalensi transformasi anaerobik membedakan lahan basah dari ekosistem lainnya. Salah satu transformasi anaerobik ini adalah denitrifikasi, di mana nitrat hilang ke atmosfer melalui konversi menjadi gas nitrogen atau dinitrogen oksida oleh bakteri. Di banyak lahan basah, ketersediaan nutrisi secara dramatis diubah oleh pertanian atau praktik lain yang meningkatkan pemuatan nutrisi, berkontribusi pada perubahan struktur dan fungsi ekosistem. Melalui proses seperti denitrifikasi dan penyerapan tanaman, lahan basah dapat membantu menghilangkan beberapa kelebihan nitrogen yang masuk ke lahan basah dan ekosistem perairan.