Jelaskan Anatomi Sinus dan Fungsi Sinus

Yang dimaksud dengan sinus adalah rongga kecil yang saling terhubung melalui saluran udara di dalam tulang tengkorak. Sinus paranasal adalah rongga yang terdapat pada tulang-tulang wajah yang terdiri dari sinus frontal (di dahi), sinus etmoid (di pangkal hidung), sinus maksilari (dipipi kanan dan kiri) dan sinus sfenoid (di belakang sinus etmoid).

Anatomi sinus adalah :

  • Sinus maksila. Sinus ini terletak di area dekat pipi, dan sudah muncul sejak awal lahir. Sama seperti sinus etmoidal, sinus maksila juga akan terus berkembang.
  • Sinus frontalis. Sinus frontalis terletak di area dahi. Berbeda dari dua sinus sebelumnya, sinus ini tidak muncul sejak awal kelahiran, dan baru terbentuk pada usia sekitar tujuh tahun.
  • Sinus etmoidal. Sinus ini terletak di area dekat batang hidung. Sinus ini sudah muncul sejak lahir, dan akan terus berkembang.
  • Sinus sfenoidal. Terletak paling dalam dibanding sinus-sinus lainnya, sinus spenoidal tersembunyi di balik rongga hidung. Sinus ini pun biasanya baru terbentuk saat seseorang sudah memasuki usia remaja.

Sinus

Fungsi sinus adalah:

  • Ada yang menyebutkan sinus bisa membantu melembapkan udara yang kita hirup.
  • sinus bisa menyempurnakan suara.
  • untuk menghangatkan/melembabkan udara yang dihirup
  • membantu pengaturan tekanan intranasal.
  • berperan dalam pertahanan tubuh
  • meringankan tengkorak dan memberikan resonansi suara.

Apa pengertian Rhinosinusitis

Pengertian Rhinosinusitis adalah peradangan mukosa atau selaput lendir pada hidung dan sinus paranalisis yang paling sering ditemukan adalah sinusitis maksilaris dan sinusitis etmoid, sedangkan sinusitis frontal dan sinusitis sphenoid lebih jarang.

Penyebab Rhinosinusitis

Rhinosinusitis disebabkan oleh semua keadaan yang mengakibatkan tersumbatnya aliran lendir dari sinus ke rongga hidung. Selain itu, kelainan anatomi seperti polip dan tumor, pilek / rhinitis karena alergi atau infeksi, benda asing, pengobatan infeksi akut yang tidak sempurna, gigi atas berlubang, polusi udara, faktor hormonal seperti kehamilan, pubertas dimana gangguan hormonal dan gangguan daya tahan tubuh seperti diabetes dan AIDS juga merupakan faktor penyebab rhinosinusitis.

Gejala Rhinosinusitis

Gejala yang umumnya dialami oleh penderita rhinosinusitis seperti hidung tersumbat, nyeri pada wajah, demam, lendir berwarna kuning, nyeri kepala, nyeri gigi, batuk, dan nyeri / berat / tertekan pada telinga. Sedangkan tanda yang umumnya dialami yaitu pembengkakan dan nyeri pada pipi dan kelopak mata (sinusitis maksila), pembengkakan dan nyeri dahi dan kelopak mata atas (sinusitis frontal), pembengkakan dan nyeri di antara atau dibelakang kedua bola mata (sinusitis etmoid), nyeri dibelakang kepala (sinusitis sfenoid).

Untuk penegakan diagnosis rhinosinusitis dapat dilakukan dengan beberapa pemeriksaan penunjang seperti Transiluminasi, Rontgen Sinus Paranalis, CT-Scan Sinoscopy, dan Pemeriksaan Mikrobiologi.

Rhinosinusitis dapat ditangani dengan:

  1. Periksa ke dokter dengan diberikan obat antibiotik, pereda nyeri dan dekongestan / mukolitik
  2. Fisioterapi dilakukan dengan pemanasan dengan sinar gelombang pendek
  3. Pembedahan / Operasi (jika sudah terjadi komplikasi / penyulit)

Apabila rhinosinusitis tidak diobati atau tidak sembuh sempurna, maka dapat menimbulkan beberapa komplikasi bagi si penderita seperti infeksi pada otak, infeksi / bengkak jaringan di sekitar bola mata, penurunan fungsi penglihatan, infeksi tulang sekitar sinus nanah keluar dari wajah, perubahan bentuk wajah / menonjol / bengkak, dan radang tenggorokan sering kambuh. Sinusitis yang tidak segera ditangan juga dapat menyebabkan hilangnya kemampuan indera penciuman secara permanen. Biasanya sinusitis cukup diatasi dengan obat-obatan. Tetapi pada kasus tertentu, sinusitis harus ditangani dengan operasi.

Pencegahan rhinosinusitis bisa dilakukan dengan:

  1. Hindari Pencetus bisa berupa tungau, debu, asap, serbuk sari, bulu hewan, dll
  2. Pola hidup yang baik misalnya pola makan, olah raga, tidak merokok, dll
  3. Pengobatan
  4. Hindari faktor pencetus: gigi berlubang, pilek (alergi / infeksi), benda asing, terpapar asap
  5. Penanganan alergi yang baik:

Pengertian Gangguan Sinus

Pengertian gangguan sinus adalah peradangan, pembengkakan, dan gejala lainnya yang memengaruhi sinus. Sinus biasanya berisi udara, namun sinus rawan mengalami penyumbatan akibat bakteri, virus, jamur, atau cairan yang dapat menyebabkan infeksi. Gangguan sinus dapat disebabkan oleh banyak hal, sehingga penyakit ini sangat sulit untuk didiagnosis secara akurat. Namun, saat ini sudah ada tes tertentu untuk mendiagnosis sinusitis, dan pengobatannya akan sangat bergantung pada penyebab gangguan sinus.

Cara Menjaga Kesehatan Hidung adalah:

  • Hindari asap rokok, asap kendaraan, asap dari pembakaran sampah, dan debu. Sebab, udara yang kotor mengandung bahan kimia dapat menyebabkan masalah pada sinus dan tentunya pernapasan.
  • Hindari pemicu alergi (alergen), terutama bila Anda memiliki riwayat alergi. Misalnya debu, bulu hewan peliharaan, dan jamur. Bersihkan juga pendingin ruangan secara teratur agar tidak menjadi sarang virus dan bakteri.
  • Menutup mulut saat bersin atau batuk. Sebaliknya, gunakan masker saat di tempat umum. Tujuannya adalah untuk menghindari penularan virus dan bakteri. Sebab, virus dan bakteri adalah penyebab paling utama pada infeksi saluran pernapasan.
  • Hindari kebiasaan menyentuh wajah dengan tangan. Tangan yang kotor dapat menjadi sarana penyebaran virus dan bakteri menuju hidung.
  • Sering mencuci tangan dengan menggunakan sabun agar virus dan bakteri tidak sempat hidup lama di tangan dan menyebar ke mana-mana.