Bagaimana Struktur Lapisan Bumi dan Penjelasannya ?

Bumi merupakan sebuah planet yang ada tata surya, karena ada banyak sekali planet yang lainnya. bumi itu terdiri dari beberapa lapisan, dan artikel di bawah ini akan membahas mengenai struktur lapisan bumi, dan disertai dengan penjelasannya.

Struktur internal bumi secara umum adalah sebagai berikut:

Kerak

Kerak Bumi adalah lapisan terluar bumi yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 5–10 km sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20–70 km. Penyusun kerak samudra yang utama adalah batuan basalt, sedangkan batuan penyusun kerak benua yang utama adalah granit, yang tidak sepadat batuan basalt.

Kerak Bumi dan sebagian mantel bumi membentuk lapisan litosfer dengan ketebalan total kurang lebih 80 km. Temperatur kerak meningkat seiring kedalamannya. Pada batas terbawahnya temperatur kerak menyentuh angka 1.100 C. Kerak dan bagian mantel yang relatif padat membentuk lapisan litosfer. Karena konveksi pada mantel bagian atas dan astenosfer, litosfer dipecah menjadi lempeng tektonik yang bergerak.

Temperatur meningkat 30 0C setiap km, namun gradien panas bumi akan semakin rendah pada lapisan kerak yang lebih dalam. Unsur-unsur kimia utama pembentuk kerak bumi adalah: Oksigen (O) (46,6%), Silikon (Si) (27,7%), Aluminium (Al) (8,1%), Besi (Fe) (5,0%), Kalsium (Ca) (3,6%), Natrium (Na) (2,8%), Kalium (K) (2,6%), Magnesium (Mg) (2,1%).

Mantel

Selubung bumi atau yang biasa disebut mantel bumi ini merupakan lapisan yang menyelubungi inti bumi dan merupakan bagian terbesar dari bagian bumi sekitar 83.2 persen dari volume dan 67.8 persen dari keseluruhan masa bumi. Terdiri dari material yang berfasa cair ,sering pula selubung bumi disebut sebagai lapisan astenosfer.

Pada lapisan ini tempat terjadinya pergerakan-pergerakan lempeng-lempeng yang disebabkan oleh gaya konveksi atau energi dari panas bumi. Pergerakan tersebut sangat mempengaruhi bentuk muka bumi. ketebalann selubung ini berkisar 2.883 km. Densitasnya berkisar dari 5.7 gr/cc dekat dengan inti dan 3.3 gr/cc didekat kerak bumi. Pada wilayah selubung bagian atas akan mulai terbentuk intrusi magma yang diakibatkan oleh batuan yang menyusup dan meleleh.

Inti

Inti bumi terletak mulai kedalaman sekitar 2900 km dari dasar kerak bumi sampai ke pusat bumi. Inti bumi dapat dipisahkan menjadi inti bumi bagian luar dan inti bumi bagian dalam. Batas antara selubung bumi dan inti bumi ditandai dengan penurunan kecepatan gelombang P secara drastis dan gelombang S yang tidak diteruskan. Keadaan ini disebabkan karena meningkatnya berat jenis material penyusun inti bumi dan perubahan sifat meterialnya dari yang bersifat padat menjadi bersifat cair.

Meningkatnya berat jenis disebabkan karena perubahan dari material silikat yang menusun selubung bumi menjadi material campuran logam yang kaya akan besi (Fe) di inti bumi. Perubahan sifat material menjadi cairan disebabkan karena turunnya titik lebur material yang mengandung besi dibandingkan material yang kaya silikat. Itulah sebabnya material yang menyusun inti bumi bagian luar berupa cairan yang kaya logam Fe.

Struktur Lapisan Bumi

Sebaliknya semakin bertambahnya tekanan ke bagian yang semakin dalam akan mengakibatkankan naiknya titik lebur material logsm. Hal ini menyebabkan material yang menyusun inti bumi bagian dalam merupakan material logam yang bersifat padat. Komposisi material penyusun inti bumi diketahui dengan perkiraan bahwa unsur besi merupakan unsur yang banyak dijumpai pada kerak batuan penyusun kerak bumi.

Dengan meningkatnya berat jenis pada batuan yang makin dalam letaknya, maka kadar besi juga akan semakin meningkat, sehingga pada selubung bumi mempunyai kemungkinan mengadung kadar besi yang lebih besar daripada kerak bumi. Berat jenis inti bumi bagian luar yang disusun oleh material kaya besi yang cair sama dengan berat jenis berat jenis besi dalam keadaan cair.

Karena inti bumi bagian dalam disusun oleh material kaya besi yang padat, maka batas antara inti bumi bagian luar dengan inti bumi bagian dalam mempunyai temperatur sama dengan titik lebur besi pada tekanan ditempat tersebut. Selain itu, komposisi penyusun inti bumi juga diketahui dengan mendasarkan pada komposisi meteorit yang dijumpai mengandung logam besi dan nikel sebanyak sekitar 7% sampai 8%. Sehingga diperkirakan material logam penyusun inti bumi adalah unsur besi dan nikel.

Apa itu lempeng tektonik ?

Pengertian lempeng tektonik adalah sesuatu yang merujuk kepada lapisan litosfer bumi yang terbagi menjadi beberapa lempeng yang bergerak ke arah masing-masing yang disebabkan oleh unsur magnetik yang ada di dalam batuan. Batuan adalah salah satu bagian dari litosfer. Setiap lempeng memiliki kutup yang berbeda, sehingga menyebabkan pergerakan.

Lempeng Tektonik

Nama-nama lempeng tektonik adalah :

  • Lempeng Benua Afrika yang meliputi Afrika , memiliki arah ke timur laut pada benua bagian utara dan ke barat laut pada benua bagian selatan.
  • Lempeng Benua Amerika Utara yang meliputi Amerika Utara dan Siberia , memiliki arah pergerakan ke barat pada benua bagian selatan dan ke selatan pada benua bagian utara.
  • Lempeng Benua Amerika Selatan yang meliputi Amerika Selatan , memiliki arah pergerakan ke arah barat.
  • Lempeng Samudra Pasifik yang meliputi samudra pasifik, memiliki arah pergerakan ke barat.
  • Lempeng Benua Antartika yang meliputi Antartika , memiliki arah pergerakan ke selatan
  • Lempeng Benua Australia yang meliputi Australia hingga India , memiliki pergerakan ke arah timur laut
  • Lempeng Benua Eurasia yang meliputi Asia dan Eropa , memiliki pergerakan ke arah tenggara

Prinsip lempeng tektonik

Lapisan permukaan bumi yang tebal dan kaku ini tersusun atas satu set pelat besar dan kecil. Bersama-sama lempeng tersebut membentuk litosfer. Sementara komposisi lempeng dianggap tetap pada dasarnya, yaitu sebagai salah satu pembentuk permukaan terestrial termasuk gempa bumi, gunung berapi, dan penbentukan jajaran pegunungan. Proses lempeng tektonik dapat didorong oleh konveksi mantel bumi, tarikan potongan kerak yang berat ke mantel, atau kombinasi keduanya.

Jenis-jenis batas lempeng

  • Batas transform, adalah terjadi jika lempeng bergerak dan mengalami gesekan satu sama lain secara menyamping di sepanjang sesar transform. Gerakan kedua lempeng relatif ke sisi kiri atau kanan. Contohnya lempeng yang bergerak sejajar, namun berlawanan arah.
  • Batas konstruktif, adalah terjadi ketika dua lempeng bergerak menjauh satu sama lain. Zona retakan aktif adalah contoh batas konstruktif. Pada lempeng samudera, proses ini menyebabkan pemekaran dasar laut. Sedangkan pada lempeng benua, proses ini menyebabkan terbentuknya lembah retakan.
  • Batas konvergen atau destruktif, adalah terjadi bila dua lempeng bergesekan mendekat satu sama lain sehingga membentuk zona subduksi jika salah satu lempeng bergerak ke bawah.