Apakah Contoh Jenis Penyakit Kelenjar Tiroid ?

Penyakit merupakan sebuah hal yang menakutkan, karena dengan adanya penyakit bisa mengurangi produktivitas seseorang, atau bahkan bila kronis (berat) penyakitnya, bisa menyebabkan kematian. Salah satu penyakit yang banyak diderita ialah yang berkaitan atau berhubungan dengan kelenjar tiroid. Oleh karena itu, admin pada kali ini akan memberikan contoh jenis penyakit kelenjar tiroid, semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan kamu.

Kelenjar tiroid adalah salah satu dari kelenjar endokrin terbesar pada tubuh manusia. Kelenjar ini dapat ditemui di bagian depan leher, sedikit di bawah laring. Kelenjar ini berfungsi untuk mengatur kecepatan tubuh membakar energi, membuat protein, dan mengatur sensitivitas tubuh terhadap hormon lainnya.

Apa itu kelenjar tiroid ?

Kelenjar tiroid adalah merupakan sesuatu yang merujuk kepada salah satu dari kelenjar endokrin terbesar pada tubuh manusia. Kelenjar ini dapat ditemui di bagian depan leher, sedikit di bawah laring. Kelenjar ini berfungsi untuk mengatur kecepatan tubuh membakar energi, membuat protein, dan mengatur sensitivitas tubuh terhadap hormon lainnya.

Kelenjar tiroid dapat distimulasi dan menjadi lebih besar oleh epoprostenol.

Tiroid mengeluarkan dua hormon penting, yaitu:

  • Triiodotironin (T3)
  • Tiroksin (T4)

Triodotironin dan Tiroksin mengatur laju metabolisme dengan cara mengalir bersama darah dan memicu sel untuk mengubah lebih banyak glukosa.

Bila Tiroid mengeluarkan terlalu sedikit Triodotironin dan Tiroksin (Hipotiridisme), maka tubuh akan merasa kedinginan, letih, kulit mengering dan berat badan bertambah. Sebaliknya jika terlalu banyak (Hipertiroidisme), tubuh akan berkeringat, merasa gelisah, tidak bisa diam dan berat badan akan berkurang.

Penyakit tiroid ini terjadi ketika kelenjar tiroid di leher tidak cukup memproduksi hormon atau menjadi kurang aktif (hipotiroid), terlalu banyak memproduksi hormon atau terlalu aktif (hipertiroid), membengkak atau gondok.

Hipotiroidisme

Hipotiroidisme adalah kondisi ketika jumlah hormon tiroksin yang diproduksi oleh kelenjar tiroid terlalu sedikit, sehingga tubuh mengalami defisiensi. Kondisi ini lebih sering dialami oleh wanita (terutama lansia di atas 60 tahun) dan memiliki gejala-gejala umum seperti: konstipasi, kulit kering, lebih sensitif terhadap hawa dingin, kelelahan, lemas, serta kenaikan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Hipotiroidisme adalah kondisi terlalu sedikitnya hormon tiroksin yang diproduksi oleh kelenjar tiroid sehingga tubuh mengalami defisiensi. Kondisi ini lebih sering dialami oleh wanita (terutama lansia) dan memiliki gejala-gejala umum seperti konstipasi, kulit kering, kelelahan, kenaikan berat badan tanpa sebab jelas, serta lebih sensitif terhadap hawa dingin.

Hipertiroidisme

Keadaan di mana kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan dalam tubuh disebut hipertiroidisme. Penyakit ini umumnya ditandai dengan detak jantung yang cepat atau tidak beraturan (dada terasa berdebar), penurunan berat badan yang cepat, banyak berkeringat, gelisah, serta suasana hati yang cepat berubah.

Jika kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan dalam tubuh, Anda bisa mengalami kelenjar tiroid overaktif atau hipertiroidisme. Penyakit ini umumnya ditandai dengan detak jantung yang cepat atau tidak beraturan, penurunan berat badan yang terjadi secara tiba-tiba meski nafsu makan meningkat, berkeringat, gugup, serta cemas.

Penyakit gondok

Penyakit gondok adalah pembengkakan kelenjar tiroid yang terlihat sebagai benjolan di leher. Apabila benjolan tersebut sudah menekan tenggorokan atau kerongkongan, bisa terjadi perubahan suara, batuk, kesulitan bernapas dan menelan.

penyakit kelenjar tiroid

Penyakit gondok adalah pembengkakan kelenjar tiroid yang umumnya menyebabkan benjolan pada leher. Selain benjolan yang menjadi gejala utamanya, penderita penyakit ini juga bisa mengalami perubahan suara, kesulitan bernapas dan menelan, serta rasa sesak pada tenggorokan.

Nodul tiroid

Nodul tiroid adalah benjolan padat atau berisi air yang terbentuk dalam kelenjar tiroid. Benjolan ini dapat berupa tumor jinak atau kista, dan jumlahnya juga bisa lebih dari satu. Nodul tiroid jarang menyebabkan gejala, sehingga umumnya hanya terdeteksi saat penderitanya menjalani pemeriksaan kesehatan umum.

Namun apabila nodul yang tumbuh berukuran besar, kondisi ini bisa menyebabkan kesulitan bernapas atau menelan.Terkadang nodul tiroid dapat memproduksi hormon tiroksin sehingga menimbulkan gejala hipertiroidisme.

Penyebab penyakit tiroid

Penyakit tiroid secara umum disebabkan oleh produksi hormon yang dihasilkan kelenjar ini tidak memadai untuk bekerja sesuai fungsinya.

Ketika kelenjar tiroid di leher Anda tidak menghasilkan cukup hormon, keseimbangan reaksi kimia dalam tubuh Anda dapat terganggu. Ada beberapa penyebab yang mendasarinya, termasuk penyakit autoimun, pengobatan untuk hipertiroidisme, terapi radiasi, operasi tiroid dan obat-obatan tertentu.

Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid adalah triiodothyronine (T3) dan tiroksin (T4). Kedua hormon ini memiliki dampak yang sangat besar pada kesehatan dan memengaruhi semua aspek metabolisme Anda.

Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid di leher juga bertugas dalam mengatur penggunaan lemak dan karbohidrat dalam tubuh, membantu mengendalikan suhu tubuh Anda, memengaruhi denyut jantung Anda, dan membantu mengatur produksi protein.

Penyakit tiroid juga dapat disebabkan oleh infeksi, seperti virus atau bakteri, yang bekerja dengan cara yang sama seperti antibodi. Akibatnya, infeksi virus maupun bakteri tersebut akan menyebabkan kelenjar tiroid mengalami peradangan.

Di sisi lain, obat-obatan seperti interferon dan amiodarone juga diketahui dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel tiroid sehingga menyebabkan penyakit tiroid.

Selain itu, kelenjar tiroid yang menghasilkan hormon lebih banyak atau terlalu aktif (hipertiroidisme) umumnya disebabkan oleh penyakit Graves, gondok multinoduler toksik, adenoma toksik, dan berbagai penyakit lainnya.